Petani di Slahung Serahkan Mortir Zaman Perang kepada Polisi

Sponsored Ad

Sponsored Ad
SLAHUNG - Seorang petani bernama Pujianto (55), warga Desa Nailan, Kecamatan Slahung, menyerahkan sebuah mortir peninggalan zaman perang kepada aparat Polsek Slahung-Ponorogo, Selasa (28/2/2017).
Tim Inavis Polres Ponorogo mengevakuasi mortir yang ditemukan seorang petani bernama Pujianto (55), warga Desa Nailan, Kecamatan Slahung, Kabupaten Ponorogo, Selasa ( 28 / 2 / 2017) siang.

"Pujianto menyerahkan mortir itu kepada polisi karena khawatir akan meledak di dalam rumah. Sebelum diserahkan, mortir peninggalan zaman perang itu sudah tersimpan dua bulan di rumahnya," kata Kasubag Humas Polres Ponorogo, AKP Sudarmanto, Selasa (28/2/2017) siang.

Menurut Sudarmanto, mortir itu ditemukan Pujianto di belakang rumahnya di tanah milik PJKA Dusun Dongko, Kecamatan Slahung dua bulan lalu. Saat itu, Pujianto tidak khawatir menaruh mortir di dalam rumahnya karena mengira sudah tidak aktif.

"Mendengar cerita dari tetangga tentang mortir, Pujianto khawatir dan melaporkan ke aparat Polsek Slahung," kata Sudarmanto.

Mendapatkan laporan itu, lanjut dia, aparat Polsek Slahung berkoordinasi dengan tim Inavis Polres Ponorogo untuk melakukan evakuasi.

Setibanya di lokasi, tim Inavis Polres Ponorogo langsung mengamankan dan membawa mortir itu ke Mapolres Sudarmanto.

Penulis : Kontributor Madiun, Muhlis Al Alawi
Editor : Caroline Damanik / KOMPAS.com
Sponsored Ad
J4ngan Lupa B4ca T!ps Ber!kut ini: