Ribuan Ikan di Telaga Ngebel Mati, Fenomena Tahunan yang Selalu Berulang, Penyebabnya. . .

Sponsored Ad

Sponsored Ad
NGEBEL - Ribuan ikan di Danau Ngebel, Kecamatan Ngebel, Kabupaten Ponorogo mendadak mati akibat keracunan belerang yang berasal dari dasar danau tersebut sejak Sabtu (12/2/2017).

Petani tambak ikan di Danau Ngebel menjual ikan dengan harga murah lantaran banyak ikan yang mati akibat tercemar belerang di danau itu.

"Sekitar 20 ribuan ikan nila dan tombro milik saya mati akibat pencemaran belerang itu. Gejala munculnya belerang sudah terjadi sejak Sabtu (11/2/2017) pagi. Saat itu, ribuan udang dan ikan kecil yang hidup di Danau Ngebel bermunculan di tepi danau," kata Harsadi Sunarto, seorang petani tambak ikan di Danau Ngebel, Senin ( 13/2/2017).

Akibat peristiwa itu, Harsadi mengaku rugi hingga puluhan juta. Karena ribuan ikan nila dan tombro ukuran siap panen dan indukan yang dipeliharanya di tambak ikan Danau Ngebel mati.

Menurut Harsadi, fenomena pencemaran belerang di Danau Ngebel sudah rutin terjadi setiap tahun. Biasanya pencemaran belerang terjadi pada Januari, Februari atau Agustus. Namun kali ini kondisinya terparah hingga membuat mati ribuan ikan yang dipelihara petani di tambak.

Agar tak banyak merugi, petani tambak memilih menjual ikan yang masih teler dan terapung. Bila petani memiliki kolam, ikan yang masih hidup dipindahkan ke kolam.

Menurut Harsadi, ikan nila dan tombro yang teler dijual dengan harga obral Rp 20.000 per renteng. Harga itu jauh dibawah harga jual ikan normal dengan kiloan.

"Dijual per renteng Rp 20.000, tidak dijual per kilo tapi diobral," katanya.

Sementara itu Camat Ngebel, Suseno mengatakan petani ikan merugi banyak akibat fenomena alam tersebut. Pasalnya ikan yang siap panen dan baru disemaikan banyak yang mati.

Menurut Suseno, saat pencemaran belerang mulai terjadi biasanya air danau berubah warnanya menjadi agak keruh.

Ia menduga asal belerang dari dasar danau. Peristiwa pencemaran belerang di Danau Ngebel biasa terjadi setiap tahun dan biasanya sudah dapat diprediksi para petani tambak setempat. Hanya saja kali ini petani tambak ikan telat mensiasati.

"Sepertinya petani tambak kali ini kecolongan dan volume belerang yang keluar banyak tahun ini sehingga banyak ikan yang mati," jelas Suseno.

Dia mengatakan, munculnya fenomena alam belerang muncul dari dasar danau membuat penambak ikan semakin berkurang. Jumlah penambak ikan di Danau Ngebel saat ini hanya berkisar 15 hingga 20-an orang saja.

Penambak ikan yang merugi memilih menjual ikan dengan harga murah. Normalnya, petani ikan menjual perkilogramnya Rp 30.000. Saat ini banyak petani yang menjual dengan harga murah bahkan memberi gratis kepada warga.

Menurut dia, pihaknya sudah melaporkan peristiwa itu ke Dinas Pertanian Ponorogo. Tak hanya itu sementara ia mengimbau perahu yang biasa mengangkut wisatawan tidak melewati keramba untuk dipantau dalam beberapa hari kedepan.

Sumber : KOMPAS.com
Sponsored Ad
J4ngan Lupa B4ca T!ps Ber!kut ini: