Separo Badan Jembatan Desa Munggu Bungkal Ambrol

Sponsored Ad

Sponsored Ad
BUNGKAL – Jembatan Nggalih di Dusun Munung, Desa Munggu, Bungkal, Ponorogo, dibiarkan merana. Padahal, jembatan itu ambrol hampir separo lebih pada November 2016 lalu. Hingga kini, jembatan penghubung Desa Munggu dan Puger, itu belum tertangani. ‘’Sudah lebih dua bulan, tapi masih belum diperbaiki,’’ kata Kamaludin, salah seorang perangkat desa setempat, kemarin (1/2)

Kamal, sapaannya, menuturkan jembatan ini pernah dibangun sekitar satu tahun lalu. Jembatan tersebut merupakan kewenangan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Ponorogo. Sebab, berada di jalan kabupaten. Jembatan ini ambrol karena bencana alam. Sehingga, pihaknya juga melaporkannya ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ponorogo. ‘’Sudah pernah (melapor ke BPBD), dulu saat kejadian,’’ ungkapnya.

Waktu itu, lanjut Kamal, DPU (sekarang DPUTR) menjanjikan akan segera diperbaiki. Namun menunggu APBD 2017 ini. Hingga kini, Kamal belum tahu kapan perbaikan itu akan direalisasikan. ‘’Katanya tahun ini, realisasi atau nggak kami tidak tahu,’’ keluhnya.



Warga beserta pemerintah desa setempat sengaja membuat jembatan darurat dari sesek (anyaman bambu) swadaya masyarakat. Penyangga jembatan juga terbuat dari bambu. Soal bahaya atau tidak, Kamal mengatakan semua karena terpaksa. Sebab, banyak anak sekolah tidak bisa melintas. Jalur alternatif ada, namun harus menempuh jarak yang berlipat. ‘’Sebelum ada jembatan darurat, warga memilih menyeberangi sungai. Kalau memutar jauh,’’ paparnya.

Warga pun dibayani ketakut dan kekhawatiran setiap melintasi jembatan tersebut. Sebab ambrol susulan setiap saat mengancam. Apalagi sedang musim penghujan. Sebab, ambrolnya jembatan itu juga diduga karena hujan dengan intensitas tinggi. Sehingga, tanggul penahan jembatan ambrol yang mengakibatkan hampir separo jembatan hilang.

Jarwati, salah seorang warga setempat, mengungkapkan jembatan itu sebelumnya sudah sering ambrol. Terakhir, sekitar satu tahun yang lalu. Kemudian diperbaiki DPU Ponorogo. Jarwati maupun warga setempat lainnya, hanya bisa berharap pemerintah segera meperbaiki. Sebab, akses tersebut sangat dibutuhkan warga, khususnya Dusun Gunung Cilik dan Nggalih. ‘’Kalau bisa segera (diperbaiki) sebelum tambah parah,’’ harapnya. (tif/sat)

Sumber : radarmadiun.co.id
Sponsored Ad
J4ngan Lupa B4ca T!ps Ber!kut ini: