Uang Rp 7,4 Miliar di 6 Rekening Milik Wali Kota Madiun Disita KPK

Sponsored Ad

Sponsored Ad
MADIUN - KPK menyebut telah menyita Rp 7,4 miliar terkait kasus dugaan tindak pidana pencucian uang oleh Wali Kota Madiun Bambang Irianto. Uang itu disita dari enam rekening bank dan tabungan deposito dalam bentuk dolar Amerika.

Salah satu aset milik Wali Kota Madiun Bambang Irianto yang disita KPK

"Terkait dengan penyitaan uang di rekening yang bersangkutan, sejak 17 Februari 2017 sampai hari ini penyidik telah menyita uang dari enam rekening bank. Dari BTN, BTPN, BRI, Bank Jatim, BNI, dan Bank Mandiri sekitar Rp 6,3 miliar dalam bentuk tabungan dan deposito dan USD 84.461 atau sekitar Rp 1,1 miliar," kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah di gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis (23/2/2017).

Selain itu, Febri menjelaskan perkembangan terkait penyitaan enam bidang tanah yang telah dilakukan KPK sebelumnya. Febri menyebut tanah tersebut disita sekaligus bangunan yang ada di atasnya kecuali tanah berupa sawah di Jombang.

"Terkait enam bidang tanah dan satu ruko yang sudah disampaikan kemarin, perlu kami jelaskan penyitaan adalah untuk lima bidang tanah. Selain tanah sawah, disita juga bangunan di atas tanah tersebut. Bahwa ada pihak ketiga yang menggunakan bangunan di atas tanah tersebut, itu di luar penyitaan yang dilakukan KPK," ujarnya.

Namun Febri tidak menjelaskan secara detail aset yang disita tersebut atas nama siapa saja. "Kami belum bisa sampaikan secara detail dan rinci," ucapnya.

KPK menyita enam bidang tanah dan satu ruko terkait kasus TPPU yang diduga dilakukan oleh Bambang. Berikut daftar tanah dan ruko yang disita:

1. Ruko yang dimaksud berada di Suncity Festival, Madiun, Blok C-22
2. Tanah di Jalan Sikatan No 6 Kelurahan Nambangan Lor, Kecamatan Manguharjo, Madiun, dengan luas 4.002 m²
3. Tanah di Jalan Ponorogo No 100, Kelurahan Josenan, Kecamatan Taman Kota, Madiun, dengan luas 989 m²
4. Tanah di Jalan Jenderal Ahmad Yani No 73, Kelurahan Pangongangan, Kecamatan Mangunharjo, Madiun, seluas 479 m²
5. Tanah di Jalan Tanjung Raya, Kelurahan Manisrejo, Kecamatan Taman Kota, Madiun, dengan luas 493 m²
6. Tanah di Jalan Hayamwuruk, Mangunharjo, Madiun, dengan luas 5.278 m²
7. Tanah sawah di Desa Tinggar, Kecamatan Bandarkedungmulyo, Jombang, dengan luas 6.350 m².

Sebelumnya, KPK menyebut Bambang menerima gratifikasi dengan jumlah total diperkirakan Rp 50 miliar. Gratifikasi itu diterima Bambang dari banyak sumber.

Uang itu lalu dikelola Bambang dan dibelikan berbagai macam barang, seperti emas atau kendaraan. Selain itu, Bambang menyimpan uang tunai tersebut di bank, tetapi bukan atas nama dirinya.

KPK awalnya menetapkan Bambang sebagai tersangka terkait kasus korupsi pembangunan Pasar Besar di Madiun tahun 2009-2012. Kemudian Bambang juga diduga menerima gratifikasi dalam kasus tersebut dan terakhir Bambang dijerat dengan pasal tindak pidana pencucian uang.

Sumber : news.detik.com
Sponsored Ad
J4ngan Lupa B4ca T!ps Ber!kut ini: