200 Tumpeng Meriahkan Festival Desa Glinggang Ponorogo

Sponsored Ad

Sponsored Ad
SAMPUNG - Metik biasanya dilakukan oleh para petani padi saat hendak memulai panen. Namun, kali ini ada yang unik masyarakat di Desa Glinggang, Kecamatan Sampung, Kabupaten Ponorogo menggelar ‘Festival Desa Glinggang’, dimana salah satu rangkaian acaranya terdapat prosesi metik. Acara ini diikuti oleh seluruh masyarakat desa, tidak hanya sekedar mengikuti prosesi, warga memakai pakaian khas petani lengkap dengan caping.

Kamis (23/3/2017) pagi, terlihat ratusan warga berkumpul di balai desa sekaligus membawa ingkung atau tumpeng yang digunakan saat prosesi metik. Sekitar 200 tumpeng terkumpul hasil dari sumbangan sukarela warga 12 RT. Dimana setiap RT membuat 10 ingkung. “Bahkan tadi RT 1, membuat 20 ingkung,” jelas Mariani kepada Siagaindonesia.com saat ditemui di lokasi.

Nenek dua orang cucu ini bahkan rela bangun sejak pukul 03.00 WIB, demi membuat ingkung lengkap dengan ayam panggang dan urap – urap sayuran. Menurut Mariani, festival seperti ini baru dilakukan pertama kali ini, sehingga warga pun antusias mengikuti acara ini. “Anak – anak sekolah pun diliburkan, supaya bisa ikut berpartisipasi dalam acara ini,” ujarnya.

Kepala Desa Glinggang, Rianto dalam sambutannya menuturkan persiapan festival ini hanya dilakukan dalam 10 hari saja. “Beruntung warga mendukung penuh kegiatan, sehingga sukses upacara metik digelar hari ini,” cakapnya.

Didalam upacara metik juga terdapat umbul dungo dimana sebelum mulai makan tumpeng bersama – sama digelar acara berdoa yang dilakukan oleh seniman Ponorogo sekaligus ada empaf warga asing yang turut berpartisipasi asal USA, Polandia, Jerman, Singapura dan juga sesi bruwah acara yang paling ditunggu yakni makan bersama.

“Saya berharap festival ini bisa berjalan sukses dan ini bentuk shodaqoh kami supaya hasil panen kami kedepan semakin banyak,” pungkasnya.Satria_Wicaksono

Sumber : siagaindonesia.com
Sponsored Ad
J4ngan Lupa B4ca T!ps Ber!kut ini: