Begini Pengakuan Dukun Cabuli Perempuan yang Ingin Berobat di Ngrayun

Sponsored Ad

Sponsored Ad
PONOROGO — Jamin, 44, seorang dukun asal Ngrayun yang mencabuli perempuan di bawah umur, mengaku bisa menyembuhkan penyakit yang diderita seseorang. Atas kemampuannya itu, dukun itu dipercaya keluarga korban untuk menyembuhkan penyakit depresi yang diderita korban.
Sejumlah benda yang digunakan Jamin dalam praktik pengobatan menjadi alat bukti dan disita petugas Satreskrim Polres Ponorogo, Selasa (7/3/2017). (Abdul Jalil/JIBI/Madiunpos.com)

Namun, bukannya sembuh, korban yang berinisial SS, 16, itu justru dicabuli dukun yang memiliki dua istri tersebut hingga tiga kali. Perlakuan dukun tersebut membuat keluarga geram dan melaporkannya ke Polsek Ngrayun.

Kepada wartawan di Mapolres Ponorogo, Selasa (7/3/2017), Jamin mengaku bisa menyembuhkan orang sakit. Dia mengaku menyembuhkan orang sakit dengan doa atau mantra.

“Ya kadang ada yang sembuh, kadang ada yang tidak sembuh. SS minta tolong ke saya supaya disembuhkan dari penyakitnya. SS itu orang gila,” kata dia.

Jamin mengatakan sudah tiga kali berhubungan intim dengan SS. Dia berkilah perbuatannya itu didasarkan atas suka sama suka. Jamin berhubungan intim dengan SS saat SS datang ke rumahnya untuk diobati.

Namun, dia mengaku memberikan uang kepada SS hingga Rp250.000 agar SS mau melakukan hubungan badan itu. Selain itu, ia mengaku pernah membelikan handphone untuk korban.

“Kalau minta uang ya saya kasih. Kalau tidak ya tidak. Saya sudah menganggapnya sebagai keluarga sendiri,” terang dia.

Untuk meyakinkan korbannya, pelaku menggunakan sejumlah alat-alat yang berbau mistis seperti keris dan potongan kain kafan serta menyan. Polisi menyita secarik kertas berisi mantra dari Jamin.

Potongan mantra di kertas itu adalah “Siro weruh ingsun ingsun weruh siro yo aku nduma dine ilmu jagat kang meruhi sejatine jagat iki kabeh.”

Kasubbag Humas Polres Ponorogo, AKP Sudarmanto, menuturkan Jamin ditangkap polisi beberapa hari lalu. Saat ini Jamin ditahan di Mapolres Ponorogo untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

“Pelaku dikenai Pasal 81 ayat (2) UU No. 35/2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman penjara maksimal 15 tahun,” jelas dia.

 Sumber : http://www.songgolangit.net/
Sponsored Ad
J4ngan Lupa B4ca T!ps Ber!kut ini: