Bocah Ini Bikin Netizen Tak Tega, Ia Tertidur di Tumpukan Karton Setelah Jualan Kacang

Sponsored Ad

Sponsored Ad
Tidak semua anak hanya menghabiskan waktu untuk belajar dan bermain. Terkadang karena tuntutan hidup, mereka sudah harus ikut bekerja untuk sekadar menambah uang jajan atau membantu perekonomian keluarga.

Ini seperti yang dialami seorang anak laki-laki, yang fotonya ramai dibicarakan di jagat Facebook. Ratusan netizen iba padanya, saat melihat fotonya sedang tertidur pulas di atas tumpukan karton, beredar di dunia maya.

Foto menyentuh itu dibagikan pemilik akun Facebook Lilian Tri Febrianti di grup Komunitas Peduli Malang, Senin (20/3/2017). Yang membuat Lilian tersentuh, bocah itu nampak kelelahan setelah jualan kacang.

Tak hanya itu, terkadang ia juga ngamen di persimpangan jalan agar dapat memperoleh uang. Setelah Lilian membeli barang dagangannya dan sedikit berbincang, anak laki-laki itu justru langsung tertidur pulas di tumpukan karton, di depan tempat kerja Lilian.

"Habis lihat postingan orang ada anak tertidur di trotoar waktu jualan kasihan. Ini ada anak kecil biasanya jualan kadang ngamen di pertigaan utaranya Rampal. Enggak sengaja anak ini nawarin kacang rebus sudah dibungkusi dua ribuan, sama kacang bawang seribuan. Padahal biasanya gopek. Karena kasihan ya sudahlah dibeli saja. Anak ini difoto enggak mau katanya malu. Dengar-dengar katanya ayahnya dipenjara kasus mempekerjakan anak di bawah umur (tapi enggak tahu benar atau enggak belum tahu pasti). Makanya  saya mau posting takut anak ini kena masalah.

Kelelahan paling. Eh malah tertidur di atas tumpukan karton depan toko tempat saya kerja. Cuma kasihan aja melihat. Kok yo cek tinglure, puenak ono.  Doanya aja lur agar dagangannya laris. Siapa-siapa yang bertemu belilah dagangannya. Mungkin hidupnya keras ya. Arek sek sak ono jian tuges e eram," tulis Lilian di grup tersebut.

Rupanya, beberapa netizen juga pernah melihat bocah itu di jalanan sedang berdagang ataupun mengamen. Ada yang mengaku kasihan karena sebenarnya ia masih sekolah.

Namun karena terpaksa, bocah itu harus bekerja di jalanan. "Setiap hari jualan di kantorku di PDAM SMP 5. Kasihan paginya katanya sekolah pulang sekolah jualan kacang. Ya Allah kok tega orangtuanya," komentar Nhienha Aulhiah.

"Dari kecil sudah ditempa oleh nasib semoga kamu sukses nak meraih masa depan yang lebih baik," kata kata MarcellMom Rajna. (*)
Sponsored Ad
J4ngan Lupa B4ca T!ps Ber!kut ini: