Isu Penculikan Anak Merebak

Sponsored Ad

Sponsored Ad
MAGETAN – Siti Umayah, warga Desa Soco, Bendo, kaget bukan kepalang saat mendengar kabar anaknya Al, 2, dikabarkan menjadi korban percobaan penculikan. Terlebih, kabar yang berembus menyebutkan bahwa perempuan itu sendiri yang menggagalkan aksi percobaan penculikan tersebut. ‘’Tidak benar (kabar percobaan penculikan, Red). Saya juga kaget saat tetangga berdatangan menanyakan kronologi kejadiannya. Tidak tahu siapa yang menyebarkan kabar bohong itu,’’ beber Umayah, kemarin (15/3).

Umayah mengungkapkan, tetangganya berdatangan untuk memastikan kebenaran anaknya hendak diculik sosok seperti pengemis pada Selasa siang (14/3). Kemudian dirinya berhasil menggagalkan karena kebetulan memergoki aksi sang penculik dan mengejarnya hingga ke wilayah Punden, Soco. ‘’Kemarin (Selasa, Red) saya dan anak di rumah nggak terjadi apa-apa. Tidak ada penculikan dan kejar-kejaran sampai ke punden,’’ ungkapnya.

Dia menjelaskan, kalau pun ada kejadian yang hampir mirip dengan cerita bohong itu terjadi sekitar pukul 09.00 pada Sabtu (11/3) lalu. Saat itu dirinya sedang menjemur bata di halaman rumah. Sedangkan Al bermain bersama dua temannya yang masih seumuran. Jarak tempat bermain sang anak dengan rumahnya sekitar 10 meter.

Nah, saat itu ada pengemis berusia sekitar 50 tahun berjalan dari arah timur dan meminta uang kepadanya. Namun, dia tidak memberi karena sedang tidak pegang duit. Karena tidak diberi, sang pengemis yang mengenakan baju batik lengan panjang itu pun pergi. ‘’Dia jalan kaki ke barat lalu mendekati anak-anak yang sedang bermain,’’ paparnya.

Dia mengamati dari kejauhan gerak-gerik pengemis itu. Dilihatnya si pengemis mendekati anaknya. Lalu menunduk dan membuka kedua tangannya mirip gerakan hendak menangkap anaknya. Nah, buru-buru dirinya langsung menuju ke tempat anaknya bermain, lalu menggendongnya pulang.

Saat itu tidak ada ucapan atau gerakan menghalangi dari sang pengemis. Pun dirinya juga tidak berupaya bertanya alasan mendekati anaknya. ‘’Hanya dia sempat melihat saya. Terus saya langsung pulang ke rumah. Tidak berselang lama, pengemis itu berjalan kembali ke  timur,’’ beber Umayah.

Umayah mengaku khawatir sang pengemis itu berniat menculik anaknya. Pun dia sempat berpikiran pria itu hanya menyurvei lokasi. Sebab, baru kali pertama melihat pengemis tersebut wira-wiri di depan rumahnya. ‘’Betul atau tidaknya ya tidak tahu. Tapi sejak kejadian Sabtu itu, kelihatannya kok jadi banyak sekali pengamen yang datang,’’ katanya.

Penelusuran Jawa Pos Radar Magetan, kabar percobaan penculikan juga tersebar di media sosial Facebook (FB). Bermula dari sebuah akun menuliskan informasi ke grup Berita Magetan pada Selasa pukul 18.15. Tulisannya ‘’harap berhati" untuk bpak ibuk yg punya anak sampai 12 tahun penculikan udah sampai desa saya... untung bisa d gagal kan lalu penculiknya kabur..... untuk wilayah kec bendo harap siaga!!!’’ Kontan informasi yang dibagikan itu menjadi atensi pemilik akun lainnya.

Sari Kurnia, pengguna FB lainnya, mengaku sempat mendengar kabar dari tetangganya yang menyebut di Desa Soco ada percobaan penculikan anak. Namun, berhasil digagalkan seorang perempuan. Komentar yang diunggah Selasa pukul 22.31 itu menyebutkan bahwa informasi yang diberikannya itu masih simpang siur lantaran hanya berdasarkan omongan.

Sementara itu, Kapolsek Bendo AKP Daeng Winarto saat dikonfirmasi membantah  kabar Al menjadi korban percobaan penculikan. Itu berdasarkan pengakuan pihak keluarga kepada anak buahnya yang ditugaskan mendatangi rumahnya. ‘’Tidak ada upaya penculikan. Itu hanya pengemis. Ibu si anak sendiri yang lalu menggendong pulang,’’ tegasnya. (cor/isd)

Sumber : http://radarmadiun.co.id/detail-berita-6771-isu-penculikan-anak-merebak.html
Sponsored Ad
J4ngan Lupa B4ca T!ps Ber!kut ini: