Kisah Perawat Asal Ponorogo yang Menjadi Perawat di Jepang

Sponsored Ad

Sponsored Ad
Progam Indonesia-Japan Economy Partnership Agreement (IJEPA) yang dicanangkan oleh Pemerintah Indonesia dan Jepang dimanfaat benar oleh Fitri Setyani (29 tahun) wanita asal Ponorogo untuk bekerja menjadi perawat di Jepang.

Dia sebelumnya adalah lulusan D3 Akper Pemkab Ponorogo tahun angkatan 2006. Setelah lulus kemudian menjadi perawat selama 3 tahun, dia mengikuti progam dari BNP2TKI untuk mengirim perawat ke Jepang apalagi progam ini sama sekali tidak dipungut biaya.

“Saya tertarik karena progam ini benar-benar nol rupiah. Saya mengeluarkan uang hanya untuk pergi ke Surabaya dan Jakarta untuk melengkapi persyaratan,” jelasnya kepada Siagaindonesia.com, Jumat (17/3/2017).

Menurutnya, di Jepang antara perawat dengan pasien sudah seperti keluarga sendiri. Di sini (Jepang) sangat jarang pasien yang ditunggu oleh keluarganya seperti halnya pasien di rumah sakit Indonesia. Pasalnya, pasien di Jepang kebanyakan sudah menggunakan asuransi kesehatan sehingga semua biaya rumah sakit sudah ditanggung oleh negara, apalagi dengan alat-alat rumah sakit yang canggih, perawat dari negara lain tidak merasa terbebani.

“Di Asahi General Hospital ini saya bersama tiga orang perawat dari Indonesia dan dua perawat dari Vietnam, selebihnya dari warga Jepang sendiri,” tuturnya.

Kendala yang dihadapi, lanjut Fitri, selama di Jepang dia harus belajar huruf kanji dan belajar bahasa Jepang. Maklum saja, di Jepang sangat jarang orang menggunakan huruf latin alphabet.

“Hampir semua peralatan medis dan data pasien menggunakan huruf kanji,” cerita Fitri.

Untuk itu setiap hari setelah 9 jam bekerja digunakan oleh Fitri untuk belajar huruf kanji dan istirahat di perumahan yang telah disediakan di rumah sakit yang ada di perfektur Chiba ini.

“Selama 2 tahun bekerja menjadi perawat di Jepang saya mendapat dukungan dari keluarga. Ini program pemerintah yang bisa membuat saya dan teman-teman lain mendapatkan pengalaman bekerja sebagai tenaga medis di luar negeri,” pungkasnya yang hari ini bertepatan dengan hari Perawat Nasional.satria

Sumber : http://www.siagaindonesia.com/147259/kisah-perawat-asal-ponorogo-yang-menjadi-perawat-di-jepang.html
Sponsored Ad
J4ngan Lupa B4ca T!ps Ber!kut ini: