Lakukan Pungli Retribusi Pasar, PNS Disperindagkop Ponorogo Ditangkap

Sponsored Ad

Sponsored Ad
KOTA – Pasar Legi Songgolangit Ponorogo diduga jadi lokasi nyaman praktik pungutan liar (pungli). Buktinya, oknum petugas pemungut retribusi aman-aman saja beraksi tiga tahun terakhir. Namun, dia tidak sadar jika satuan tugas sapu bersih pungutan liar (satgas saber pungli) mengincarnya. Hingga kahirnya kena operasi tangkap tangan (OTT). ‘’Masih dalam penyidikan. Sementara masih berstatus saksi,’’ kata Ketua Unit Penindakan Satgas Saber Pungli AKP Rudi Darmawan, kemarin (9/3).

Modusnya, oknum tersebut menarik tarif retribusi tidak sesuai perda. Dua kali lipat lebih mahal. Dia mencontohkan tarif retribusi kawasan pasar eks stasiun yang ditetapkan Rp 900 permeter. Namun, oknum PNS Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Mikro (Disperdakum) Ponorogo itu membantah mematok hingga Rp 1.800 permeter.

Rudi menyebut nominalnya memang kecil. Namun, jika diakumulasi semua pedagang sejak 2015 lalu, totalnya cukup besar. ‘’Informasi yang kami himpun, peungutan tarif diatas perda sudah hampir tiga tahun terakhir,’’ jelasnya sembari menyebut petugas nakal itu kena OTT saat menarikrertribusi kepada pedagang.

Pihaknya langsung memeriksa yang bersangkutan. Sejumlah saksi juga diperiksa. Termasuk pegawai pemkab. Hasilnya, cukup menguatkan praktik pungli. Sebab, tidak sesuai perda. Kendati begitu pihaknya belum menetapkan sebagai tersangka. ‘’Kami masih mengumpulkan bukti tambahan. Termasuk akumulasi kerugian dan kemana saja aliran dana itu,’’ terangnya.

Sebab, tidak menutup kemungkinan bakal menyeret pejabat yang lebih tinggi. Apalagi jika terbukti juga dinikmati pejabat lain. Berkaca sejumlah kasus serupa di lain daerah. Pihaknya berharap pejabat pemerintah terutama yang berkaitan dengan pelayanan tidak main-main dengan pungli. ‘’Tidak menutup kemungkinan di jajaran TNI-Polri,’’ ungkapnya.(agi/sat)

http://radarmadiun.co.id/detail-berita-6683-penarik-retribusi-kena-ott-pungli.html
Sponsored Ad
J4ngan Lupa B4ca T!ps Ber!kut ini: