Mobil Kepresidenan yang Dipinjamkan ke SBY Sudah Dikembalikan ke Istana

Sponsored Ad

Sponsored Ad
Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono telah mengembalikan mobil kepresidenan ke Istana. Sekretariat Kepresidenan langsung mengecek surat-surat resmi dari mobil Mercedes-Benz S600 tersebut.

"Tadi pagi menjelang siang, mobil kepresidenan yang dipinjam itu sudah dikembalikan dan kita terima secara resmi dengan berita acara," tutur Kepala Sekretariat Kepresidenan Dharmansjah Djumala di Istana Negara, Jl Veteran, Jakarta Pusat, Rabu (22/3/2017).

Sebelumnya SBY juga telah menegaskan dalam keterangan resmi bahwa sejak awal dia ingin kembalikan mobil tersebut. Namum karena kondisi mobil yang tidak prima, maka SBY bermaksud memperbaikinya dahulu sebelum dikembalikan.

"Yang mana sebelumnya tidak ada surat-suratan, (sekarang) dikembalikan dengan surat resmi dan sudah kita terima dan akan kita check-up dan akan kita tune-up untuk memenuhi standar mobil kepresidenan. Perlu dicatat, mobil kepresidenan," kata Djumala.

Dalam keterangan dari SBY, rangkaian perbaikan mobil tersebut baru rampung pekan lalu. SBY pun sudah memberi tahu staf serta ajudan yang melekat tentang hal ini.

"Tidak mungkin saya kembalikan mobil tersebut dalam keadaan rusak," kata SBY melalui rilis yang diterima dari juru bicara Partai Demokrat Imelda Sari, Selasa (21/3).

Pihak Istana Kepresidenan menjelaskan perkara mobil Kepresidenan yang dipinjam mantan Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Ada empat fakta yang dibeberkan oleh pihak Istana terkait mobil antipeluru itu.

Hal ini dijelaskan oleh Kepala Sekretariat Kepresidenan, Darmansjah Djumala, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Rabu (22/3/2017).

"Terkait masalah mobil Kepresidenan yang dipakai oleh Bapak Mantan Presiden. Saya ingin menyampaikan empat fakta, empat fenomena yang kita hadapi sekarang," tutur Djumala.

Pertama, mengacu pada Undang-undang Nomor 7 Tahun 1978 yang mengatur tentang bantuan kepada mantan presiden dan mantan wakil presiden, termasuk bantuan dalam bentuk kendaraan.

"Yang kedua, ada satu klasifikasi mobil Kepresidenan dipakai oleh Mantan Presiden, yang mulai dipakai pada akhir tahun 2014, yang diberikan tanpa ada pemberian surat resmi. Tidak ada (surat resmi)," tuturnya.

Djumala mengatakan mobil yang dipakai SBY itu diambil tanpa surat resmi. Djumala sudah mengecek ke Kantor Istana Kepresidenan dan Kantor Sekretariat Negara, menyimpulkan tak ada surat pemakaian mobil itu oleh SBY. Dia menyatakan pemakaian mobil oleh SBY itu diawali dengan penyampaian lisan saja.

"Ya disampaikan saja oleh staf saat itu, dan dipakai," ucapnya.

Fakta ketiga, mantan presiden atau wakil presiden sebenarnya sudah diatur untuk menggunakan mobil lain selain mobil kepresidenan. Mobil yang dijatahkan untuk para mantan presiden dan wakil presiden adalah Toyota Camry 2,4 dan 3,0 keluaran tahun 2005 dan 2007.

"Mulai Pak Habibie, Gus Dur, Ibu Mega, Pak Try Sutrisno, Pak Boediono, kita punya daftarnya, diberikan bantuan mobil dan sopir jenis Camry," ujarnya.

Fakta keempat, mobil Kepresidenan yang dipinjam SBY sudah dikembalikan pada pagi jelang siang tadi. Pengembalian tadi disertai dengan berita acara, padahal pengambilan mobil pada akhir 2014 itu tak menggunakan surat resmi.

"Itu saja empat faktanya," kata Djumala.

Mobil itu dikembalikan setelah sebelumnya pihak Paspampres berkomunikasi dengan pihak SBY. "Kemudian direalisasikan (pengembaliannya) baru tadi pagi," kata Djumala.

Kini mobil itu berada di Istana Negara. Mobil itu antipeluru dan berspesifikasi VVIP. Pasukan Pengamanan Presiden akan menangani perawatan mobil itu. Kini jumlah mobil Kepresidenan di Istana sudah genap delapan buah.

Dulu, pada akhir 2014, mobil Kepresidenan itu semula diantarkan oleh pejabat terdahulu ke rumah SBY. "Jangan tanya saya siapa yang mengantarkan. Nggak tahu saya," kata Djumala.

Seharusnya, SBY menggunakan Camry, bukan Mercy antipeluru itu. Namun SBY kini belum mendapatkan Camry. Ke depan, pihak Istana akan menyediakan Camry untuk SBY. Ini adalah amanat Undang-undang.

"Camry kita banyak," ujarnya.

SBY belum berkomentar mengenai pernyataan Djumala ini. Namun SBY sebelumnya sudah menyampaikan, peminjaman mobil kepresidenan tersebut sudah sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Sponsored Ad
J4ngan Lupa B4ca T!ps Ber!kut ini: