Praktik Dukun, Berbuat Cabul

Sponsored Ad

Sponsored Ad
KOTA – Semprul (nama samaran) mungkin iri dengan dokter dan tenaga medis. Sebab, dia pikir, dengan dua profesi itu bisa bebas ngemek-ngemek tubuh pasiennya. Sayangnya, laki-laki 45 tahun ini tidak punya bekal pendidikan cukup untuk menggapai kedua profesi itu. Namun, warga Kecamatan Ngrayun, Ponorogo, ini tidak pendek akal.

Dia pun banting setir ke profesi lain, yang di otak kotornya, masih memungkinkan tetap bisa ndemoki tubuh orang lain. Khususnya kaum perempuan. Profesi dukun jadi pilihannya. Sayangnya, Semprul tak sanggup mengendalikan nafsu syahwatnya. Dia tidak puas kala hanya ngemek-ngemek pasiennya.

Sudah bisa ditebak, kini Semprul harus berurusan dengan polisi. Sebab, dia diduga mencabuli pasiennya, sebut saja Mintul. Parahnya, Mintul di bawah umur, masih 16 tahun. Lebih parah lagi, Mintul masih tetangga sedesa dan ada hubungan kekerabatan. ‘’Kasus ini sedang kami proses,’’ kata Kasatreskrim Polres Ponorogo AKP Rudi Darmawan, kemarin (1/3).

Semprul diringkus di wilayah Kabupaten Trenggalek, kemarin sore. Petugas menangkapnya setelah menerima laporan dari keluarga Mintul tiga hari lalu. Dilaporkan, Mintul telah diperlakukan tidak senonoh saat berniat meminta bantuan penyembuhan. ‘’Semprul diduga melakukan pencabulan dengan modus jadi dukun,’’ ungkapnya.

Tragedi itu berawal saat Mintul sering kesurupan. Selain itu, setiap maghrib dia pingsan. Ayah Mintul berupaya mencari orang pintar untuk menyembuhkannya. Semprul yang dituju. ‘’Menurut pelapor, pelaku sanggup menyembuhkan keanehan yang dialami korban tersebut,’’ paparnya.

Bukannya menyembuhkan, Semprul diduga malah menjadikan Mintul sebagai pemuas nafsu bejatnya. Tiga kali dilakukan di rumah korban. Biasanya setiap Mintul pingsan, pelaku diminta datang untuk menyembuhkan. ‘’Awalnya tidak curiga. Akhirnya korban tidak terima dan lapor polisi,’’ paparnya.

Semprul memang dikenal sebagai orang pintar di desanya. Banyak warga yang meminta bantuan penyembuhan padanya. Hingga kemarin, Semprul masih diperiksa di Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Ponorogo. ‘’Kami belum bisa komentar lebih banyak. Masih dalam proses pemeriksaan,’’ pungkasnya. (tif/sat)

Sumber : radarmadiun.co.id
Sponsored Ad
J4ngan Lupa B4ca T!ps Ber!kut ini: