Rp 100 M Lebih Kekayaan Wali Kota Madiun, yang Disita KPK

Sponsored Ad

Sponsored Ad
MADIUN - Mantan Wali Kota Madiun, Bambang Irianto memang pejabat yang memiliki kekayaan melimpah. Bayangkan saja, total aset yang disita Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dari politikus Partai Demokrat ini diperkirakan mencapai Rp. 100 miliar lebih.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, dari sangkaan penerimaan gratifikasi, penyidik telah menyita empat unit mobil mewah bernilai miliaran dari rumah pribadi Bambang Irianto di jalan Jawa Kota Madiun pada 16 Desember 2016 lalu. Empat mobil disita diketahui Range Rover, Hummer H2, Jeep Wrangler Rubicon dan Mini Cooper.

“Empat mobil itu telah disita penyidik. Diduga berasal dari tindak pidana penerimaan gratifikasi,’’katanya, Rabu (22/3/2017) kemarin.

Dalam sangkaan tindak pidana pencucian uang (TPPU), lanjut Febri, penyidik juga menyita aset tanah dan bangunan pada pertengahan bulan Februari lalu. Seperti tanah kebun di jalan Tanjung Raya, Kelurahan Manisrejo, Kecamatan Taman, Kota Madiun seluas 493 meter persegi. Tanah seluas 479 meter persegi yang diatasnya berdiri bangunan kantor di jalan A Yani, tanah seluas 989 meter persegi beserta dua bangunan rumah di jalan Soekarno-Hatta nomor 60-62, Kelurahan Josenan, Kecamatan Taman, Kota Madiun. Tanah seluas 4.004 meter persegi beserta rumah joglo dan gudang di jalan Sikatan nomor 6, Kelurahan Nambangan Lor, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun.

Juga ruko berukuran 105 meter persegi yang berada di Blok C-22 SunCity Festival Madiun, tanah seluas 5.278 meter persegi di jalan Hayam Wuruk, Kelurahan Nambangan Kidul, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun. Tanah sawah seluas 6.350 meter persegi di Desa Tinggar, Kecamatan Bandar Kedungmulyo, Kabupaten Jombang dan rumah mewah nomor B-12 di kompleks Greenland, jalan Gajah Mada, Ngasem, Kabupaten Kediri.

“Kami juga turut menyita tanah dan bangunan milik BI,”ujar mantan aktifis ICW ini. Usai melakukan penyitaan mobil, tanah dan bangunan. Akhir bulan Februari lalu sebanyak 13 unit alat berat milik anak kandung Bambang Irianto, Bonie Laksmana juga disita. Saat itu, 13 alat berat yang meliputi 10 unit eksavator berbagai tipe, satu unit mesin pencacah batu dan dua unit wheel loader disita saat disewa oleh rekanan di wilayah Kabupaten Ponorogo dan Kabupaten Wonogiri.

“Juga saham Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur dengan nilai sekitar Rp. 6,6 miliar, uang tunai sejumlah Rp. 1,2 miliar, emas 1 kilogram dengan perkiraan senilai total Rp .530 juta,’’jelas Febri.

Masih ada lagi, 11 rekening tabungan serta deposito atas nama Bambang Irianto serta satu nama perusahan Mitra Anggun Keluarga Bersama yang nilainya mencapai sekitar Rp 6,9 miliar dan USD 84.461 tak luput disita.

Selain itu semua, barang bukti yang nantinya disuguhkan ke dalam persidangan juga uang sekitar Rp. 836 juta. Uang itu dikumpulkan penyidik, setelah 24 anggota DPRD Kota Madiun mengembalikan uang secara sukarela. Dimana saat itu, para wakil rakyat yang terhormat ini berdalih menerima uang dari Bambang Irianto untuk tunjangan hari raya (THR) dan Tahun Baru. “Ini semua kami jadikan barang bukti untuk menjalani proses persidangan nanti,” tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, KPK telah melimpahkan berkas perkara yang menjerat Wali Kota Madiun dua periode ini, Selasa (21/3/2017). Sejalan dengan pelimpahan, Bambang Irianto juga ikut dilayar ke Lapas Kelas I Medaeng Sidoarjo. Diperkirakan kurang dari sebulan, Bambang Irianto bakal segera diadili di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi Surabaya. paw

Sumber : realita.co
Sponsored Ad
J4ngan Lupa B4ca T!ps Ber!kut ini: