Sopir AM Trans Meninggal Dunia Saat Mengemudi di Jalan Soekarno-Hatta Ngawi

Sponsored Ad

Sponsored Ad
NGAWI – Garis hidup Hariadi sopir bus AM Trans Nopol AE 7999 UR berakhir di jalan Soekarno-Hatta Ngawi. Pria 50 tahun itu diduga meregang nyawa akibat serangan penyakit jantung sekitar pukul 10.30. Warga kelurahan Karangtengah Ngawi  itu menghentikan laju busnya sesaat sebelum hilang nyawa.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Ngawi,  peristiwa itu kali pertama di ketahui Raminten 49, yang tidak lain penumpang bus satu-satunya. Raminten naik bus berwarna biru tosca dari kawasan terminal lama. Setelah berjalan kurang lebih satu kilo meter ke arah barat, Hariadi  menepikan kendarannya, karena merasakan badannya tidak enak. Dengan masih mengenakan penutup kepala sejenis sebo, dan kaca mata hitam Hariadi lantas mencari tempat duduk di kursi penumpang. ‘’ Setelah busnya terhenti, dia langsung duduk di kursi belakang (kursi penumpang, red), sambil tangannya ngawe-ngawe, setelah itu tidak sadar,’’ kata Raminten kepada Jawa Pos Radar  Ngawi.

Melihat kondisi Hariadi, Raminten panik dan langsung turun dari bus. Dia lantas berlari mencari pertolongan ke warga terdekat. Setelah menceritakan kejadian yang dialaminya, warga mulai mendatangi bus PO AM Trans tersebut. Mereka langsung memeriksa kondisi Hariadi. ‘’ Setelah diperiksa ternyata sudah meninggal, ‘’ imbuhnya.

Menurutnya korban diperkirakan meninggal akibat serangan jantung. Sebab sebelum jatuh pinsan, Hariadi tampak memegangi dadanya, dan mimik wajahnya berubah drastis. Terlebih, perempuan yang juga masih tetangga dengan korban itu mengetahui jika Hariadi punya riwayat penyakit tersebut. ‘’ Katanya dulu pernah kena serangan jantung, ‘’ bebernya.

Polisi langsung datang ke lokasi  kejadian, mereka langsung  memeriksa kondisi jasad Hariadi. Sejumlah saksi dimintai keterangan termasuk Raminten. Polisi juga menemukan obat-obatan di saku kemeja almarhum.  Selanjutnya membawa jasad Hariadi kekamar mayat RSUD dr Soeroto Ngawi untuk di visum. ‘’Setelah dilakukan identifikasi kami  langsung evakuasi ke RSUD,’’ kata Kasat Reskrim Polres Ngawi, AKP Andy Purnomo dikonfirmasi

Polisi belum dapat menyimpulkan penyebab pasti kematian Hariadi. Perwira dengan tiga balok dipundak ini masih menunggu hasil visum dari dokter. ‘’Menganai penyebab pasti kami belum bisa simpulkan menunggu hasil dari dokter, ‘’ ungkap. (odi/pra)

Sumber : radarmadiun.co.id
Sponsored Ad
J4ngan Lupa B4ca T!ps Ber!kut ini: