Termakan Isu Penculikan, Perempuan Tua di Ngawi Ini Jadi Korban Penganiayaan

Sponsored Ad

Sponsored Ad
NGAWI– Isu penculikan  anak yang berhembus kencang mulai memakan korban di Ngawi. Seorang perempuan yang diduga mengalami ganguan kejiwaan menjadi korban pemukulan hingga tergeletak di pingir jalan Desa Klitik, Geneng, kamis ()23/3 dinihari. Kepalanya mengalami luka robek pada bagian belakang.

Edy Subagyo, salah seorang warga Desa Klitik, menuturkan mendapatkan kabar jika di Dusun Dadapan, desa setempat ada perempuan mencurigakan. Khawatir terjadi penculikan, warga mengusirnya. Sesampainya di samping balai Desa Klitik, Edy dan beberapa temannya menjumpai perempuan tersebut tergeletak di pinggir jalan dengan kondisi terluka. ‘’Kalau luka itu tidak tahu. Di pukul orang, di lempar atau jatuh tidak tahu. Yang jelas sampai sini sudah luka,‘’ katanya.

Warga langsung menghubungi petugas. Selang sekitar 20 menit anggota polsek Geneng tiba dilokasi, disusul anggota Unit Laka Lantas Polres setempat. mereka langsung melakukan pemeriksaan termasuk menanyakan identitas perempuan itu. hanya saja polsek Geneng masih menutup rapat perkara itu. ‘’Sorry-Sorry mohon maaf itu (pemukulan, red) jangan dulu ya, ‘’ tutur Kapolsek Geneng, AKP Widodo dikonfirmasi kemarin.

Kepala Pos Laka 1 Satlantas Polres Ngawi Aiptu Parji membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, pos laka lantas dihubungi warga Desa Klitik, yang melaporkan seorang perempuan dalam tergeletak di pinggir jalan dan terluka. Praktis, Parji bergegas menuju lokasi. Sesampainya di lokasi, pihaknya melakukan oleh tempat kejadian perkara (TKP). Namun, dari hasil pemeriksaannya, perempuan tua tersebut bukan korban kecelakaan. Lantaran perempuan yang tidak diketahui identitasnya itu tidak mengalami luka babras layaknya orang kecelakaan. Hanya luka robek di bagian kepala. ‘’ Seperti kena benda tumpul karena ada benjolannya. Bajunya juga utuh. Kalau jatuh biasanya bajunya robek atau luka babras di tubuhnya. Tapi ini tidak, ‘’ jelasnya.

Sayangnya, Parji kesulitan memintai keterangan korban. Pasalnya, perempuan tersebut bertingkah layaknya penderita gangguan jiwa. Pihaknya pun tidak berhasil menanyai nama ataupun alamat tinggalnya. ‘’Cuma sempat ngomong ‘lempar batu’ seperti itu. Logatnya ngapak,‘’ tuturnya.

Polisi lanyas membawa perempuan itu ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) dr Soeroto Ngawi untuk menjalani pengobatan. Pihaknya menunggui hingga pengobatan usai. Selanjutnya perempuan tersebut dilepaskan di Pos Kartonyono Ngawi. ‘’Kondisi fisiknya tidak apa-apa. Cuma luka itu saja. Dia juga saya kasih sangu Rp 20 ribu, tapi tidak mau,‘’ tambahnya.

Parji tidak tahu pasti penyebab luka yang dialami perempuan tersebut. Diduga luka tersebut disebabkan lemparan batu. Sesuai kata-kata yang sempat diutarakannya kepada petugas. ‘’Lihat orang sliweran seperti orang gila, kemungkinan dikira penculik. Jadi kena amukan atau bagaimana. Itu karena isu penculikan yang sering bermunculan belakangan,‘’ tuturnya.  (odi/pra)

Sumber : radarmadiun.co.id
Sponsored Ad
J4ngan Lupa B4ca T!ps Ber!kut ini: