Tiga Kali Konangan Bakar Rumah

Sponsored Ad

Sponsored Ad
KAUMAN – Warga Dusun Krajan, Semanding, Kauman, Ponorogo, dibikin heboh oleh Niken Puspitasari, kemarin (2/3) pagi. Perempuan berusia 29 tahun itu diduga sengaja membakar rumah orang tuanya. ‘’Beruntung, penghuninya sedang tidak ada di tempat,’’ kata Khoirul, salah seorang warga setempat.

Selain Niken, sehari-hari rumah ini dihuni Bibit, 60, dan istrinya Lamitun, 50, orang tuanya. Sejak beberapa hari terakhir pasangan suami istri (pasutri) ini sengaja ‘mengungsi’ di rumah kakaknya yang hanya berjarak satu rumah dengan lokasi kejadian. ‘’Memang pemiliknya lebih sering di rumah saudaranya,’’ imbuh Khoirul.

Khoirul mengungkapkan peristiwa kebakaran itu terjadi sekitar pukul 08.00. Saat itu, pasutri Bibit-Lamitun di rumah saudaranya karena sudah tidak tahan dengan ulah Niken, anak sulung mereka. Niken diketahui mengalami gangguan kejiwaan. Dia sering bertingkah aneh dan nekat. ‘’Sekitar sepekan lalu dia juga membakar rumah neneknya. Tapi ketahuan dan segera dipadamkan,’’ ungkapnya.

Bahkan, lanjut Khoirul, sehari setelah berusaha membakar kamar neneknya itu, Niken juga nekat membakar dapur rumahnya sendiri. Untungnya kejadian itu juga segera konangan. Karena kesal dengan ulah aneh itu, orang tuanya sempat memberi pelajaran dengan memukulnya. Namun, upaya itu gagal menghentikan ulah Niken.

Mereka juga sempat menjauhkan Niken dari korek api atau benda yang bisa digunakan untuk membakar. Selain itu, mereka juga memilih menumpang di rumah saudaranya saat istirahat karena takut. ‘’Tapi tidak tahu dari mana dia mendapat korek untuk membakar itu,’’ papar Khoirul.

Saat kejadian kemarin, ada warga sekitar yang ngonangi ketika api belum membakar semua bagian rumah. Warga langsung peristiwa itu melalui pengeras suara masjid yang berjarak sekitar 20 meter dari lokasi kejadian. Warga berbondong-bondong menuju lokasi bergotong royong dibantu petugas TNI dan Polri untuk memadamkan api menggunakan pompa air masjid dan rumah. ‘’Sekitar satu jam lebih baru bisa dipadamkan,’’ sebut Khoirul.

Bandi, warga lainnya, mengungkapkan Niken memang masih dalam pengawasan orang tuanya. Sebab, masih diupayakan mengobati gangguan kejiwaannya melalui bantuan paranormal. Diduga lengah, Niken membakar rumahnya. Bahkan, Niken mengunci pintu rumah dari luar. Sehingga, warga kesulitan masuk untuk memdamkan api di dalam. ‘’Kami masuk lewat jendela dengan memecahkan kacanya,’’ terangnya.

Kapolsek Somoroto Kompol Budi Nur Cahyo membenarkan kejadian kebakaran rumah tersebut. Setelah menerima laporan perangkat desa melalui bhabinkamtibmas, petugas Polsek Somoroto dan anggota koramil setempat mendatangi TKP. Mereka membantu warga memadamkan api dan mengevakuasi barang di dalam rumah. ‘’Tidak ada korban jiwa, kerugian materiil sekitar Rp 60 juta,’’ terangnya.

Setelah berhasil memadamkan api, petugas melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memasang garis polisi. Setelah koordinasi dengan perangkat desa setempat, Niken dibawa ke rumah rehabilitasi sakit jiwa di Desa Paringan, Jenangan. ‘’Karena pelaku dikhawatirkan akan melakukan hal serupa yang lebih berbahaya,’’ pungkasnya. (tif/sat)

Sumber : radarmadiun.co.id
Sponsored Ad
J4ngan Lupa B4ca T!ps Ber!kut ini: