Truk Dump Hancurkan Pipa Air di Jenangan

Sponsored Ad

Sponsored Ad
JENANGAN – Belasan kepala keluarga di Dusun Bagusan, Paringan, Jenangan, Ponorogo, sempat kesulitan mendapatkan air bersih selama tiga hari. Penyebabnya, pipa penyuplai air bersih ke rumah warga pecah terlindas truk dump. Memang tidak langsung, sebab pipa itu tertanam di tengah jalan.

Namun, jalan tersebut rusak parah lantaran dilalui ratusan truk setiap hari. Hingga pipa paralon yang tertanam di jalan pecah. Akibatnya, sekitar 15 rumah yang kebutuhan airnya bergantung pada saluran tersebut harus ngangsu. ‘’Kami sangat tersiksa dengan kondisi ini,’’ kata Nyoto, salah seorang warga setempat, kemarin (3/3).

Dia mengungkapkan jumlah truk meningkat dari biasanya. Apalagi setelah salah satu tambang di Desa Ngrogung, Ngebel, ditutup. Sehingga, beralih mengambil pasir di Pomahan dan Kesugihan, Pulung. ‘’Karena kondisi tanahnya labil, membuat jalan mudah ambles. Apalagi yang melintasi bermuatan sangat berat,’’ ujarnya.

Posisi pipa saluran air itu, lanjutnya, ditanam melintang tepat di badan jalan yang ambles. Karena tidak segera ditimbun akhirnya pipa pecah. Air sempat membanjiri jalan selama lebih dari dua hari. Warga sempat kebingungan mengatasi pecahnya pipa tersebut. Apalagi dari pihak penambang maupun sopir truk tutup mata dengan kondisi tersebut. ‘’Akhirnya kami ganti sendiri,’’ terangnya.

Warga setempat terpaksa mengadang truk yang lewat. Mereka diminta membantu biaya perbaikan seikhlasnya. Selain itu juga material untuk menutup jalan yang ambles. Bahkan, warga mengancam akan membiarkan jalan tetap dalam kondisi ambles jika para sopir tidak mau peduli. Pun akan membuat galian di jalan agar tidak dapat dilalui. ‘’Percuma saluran diperbaiki. Pasti akan pecah lagi jika terus dilalui tanpa ditimbun material,’’ paparnya.

Banyaknya truk pengangkut tambang galian C tersebut juga membuat jalur Jenangan-Pulung sepanjang sekitar 10 kilometer rusak parah. Menurut Nyoto, selama ini warga membiarkan kondisi jalan tetap rusak. Sebab, warga bingung untuk menyalurkan aspirasinya. Bahkan ada pengendara yang mengeluhkan kondisi jalan rusak itu ke polsek setempat. ‘’Pihak DPU dulu juga pernah menjanjikan perbaikan, tapi belum ada sampai sekarang,’’ terangnya.

Sebenarnya warga setempat tidak keberatan dengan dump truk yang lalu lalang setiap hari. Asalkan pengelola tambang maupun sopir truk peduli kondisi jalan. Paling tidak, mau membantu memberikan material untuk menutup jalan yang ambles. ‘’Jangan sampai warga yang tidak merasakan hasil tambang jadi korban,’’ tegasnya. (tif/sat)

Sumber : radarmadiun.co.id
Sponsored Ad
J4ngan Lupa B4ca T!ps Ber!kut ini: