Unik, Linmas di Ponorogo Ini Anggotanya Ibu-Ibu sampai Nenek-Nenek

Sponsored Ad

Sponsored Ad
JAMBON — Siapa bilang wanita tidak bisa menjadi pelindung masyarakat? Untuk membuktikannya, 18 ibu-ibu hingga nenek-nenek di Desa Bringinan, Kecamatan Jambon, Kabupaten Ponorogo, bertekad menjadi anggota Perlindungan Masyarakat (Linmas) atau yang dulu dikenal sebagai Hansip.

Mengenakan seragam khas Linmas yaitu pakaian beserta celana berwarna hijau, 18 wanita petugas Linmas dari Desa Bringinan berlatih baris berbaris di lapangan desa setempat, Rabu (22/3/2017) sore. Selain memakai seragam berwarna hijau, mereka juga kompak mengenakan hijab berwarna hijau.

Dari 18 ibu-ibu dan nenek-nenek yang menjadi anggota Linmas itu, hanya beberapa orang yang terlihat proporsional menjadi petugas Linmas. Beberapa orang mengenakan seragam Linmas yang kebesaran.

Tidak semua wanita anggota Linmas itu mengenakan sepatu, beberapa mengenakan sandal. Sepatu yang dikenakan pun tidak seperti petugas Linmas pada umumnya yang berupa bot, mereka mengenakan sepatu model kets, snikers, dan lainnya.

Komandan Tim Linmas Wanita Desa Bringinan, Yayuk Riani, 25, mengatakan satu tim wanita Linmas di Desa Bringinan terdiri dari 18 anggota. Anggota Linmas ini bertugas layaknya anggota Linmas laki-laki yang juga ada di desa tersebut.

Dia menuturkan wanita Linmas di Desa Bringinan dibentuk pada 2015 lalu. Saat itu, wanita Linmas ini bertugas menjaga tempat pemungutan suara (TPS) Pilkada Ponorogo. Selain menjaga TPS, tugas mereka juga menjaga setiap ada kegiatan masyarakat mulai dari acara pernikahan, upacara, perkemahan, dan lainnya.

“Terakhir, kami ikut menjaga keamanan acara perkemahan tingkat Kecamatan Jambon yang dilaksanakan di Desa Bringinan. Alhamdulillah, semua berjalan lancar dan semua kondisi terkendali,” kata dia kepada Madiunpos.com seusai berlatih baris berbaris, Rabu.

Yayuk menuturkan 18 wanita Linmas di Desa Bringinan ini usianya beragam, namun seluruhnya sudah berkeluarga dan memiliki anak. Bahkan, ada beberapa anggota yang sudah memiliki cucu.

“Ini tidak hanya ibu-ibu, nenek-nenek juga ikut menjadi anggota Linmas. Usia anggota paling muda 25 tahun dan paling tua 56 tahun,” ujar dia sembari tertawa.

Dia menuturkan kesediaan perempuan di Desa Bringinan menjadi petugas Linmas karena ingin berpartisipasi menjaga keamanan wilayah tersebut. Selain itu, mereka juga ingin mendapatkan pengalaman dari kegiatan yang mereka ikuti tersebut.

“Kami merasa senang dan bangga menjadi anggota Linmas. Kami tidak malu mengenakan seragam ini,” ujar ibu yang bekerja sebagai buruh tani ini.

Meski menjadi anggota Linmas, kata dia, seluruh wanita anggota Linmas tersebut tidak pernah melupakan atau melalaikan kewajiban di rumah sebagai ibu rumah tangga. Seluruh kebutuhan di rumah dipastikan terpenuhi dahulu sebelum mereka mengikuti kegiatan.

“Seperti kegiatan latihan baris berbaris sore ini, kami sudah mempersiapkan makan siang sejak sebelum pukul 12.00 WIB. Ini supaya kalau anak pulang sekolah bisa langsung makan dan tidak mencari ibu mereka yang sedang latihan baris berbaris,” jelas dia.

Sumber : solopos.com
Sponsored Ad
J4ngan Lupa B4ca T!ps Ber!kut ini: