Warga Tambak Bayan Kena OTT Sabu-Sabu

Sponsored Ad

Sponsored Ad
KOTA – Kasus penyalahgunaan narkotika masih marak di Ponorogo. Buktinya, operasi tangkap tangan (OTT) Unit Opsnal Satresnarkoba Polres Ponorogo berhasil mengamankan dua pelaku, Sabtu (11/3). Mereka diduga menyimpan dan menguasai sabu-sabu. ‘’Mereka kami tangkap di Tambak Bayan, rumah salah seorang pelaku,’’ kata Kasatnarkoba Polres Ponorogo AKP Supardi, kemarin (12/3).

Operasi dilakukan berdasarkan informasi dari masyarakat. Selain itu juga ada laporan warga nomor LPA/85/III/2017/JATIM/RES.Ponorogo, tertanggal 11 Maret 2017. Dilaporkan ada penggunaan obat terlarang oleh kedua pelaku AT, 34, dan AS, 52. Lantas keduanya diamankan sekitar pukul 14.30 di rumah AS. ‘’Jadi setelah mendapat laporan itu, langusng kami tindak lanjuti dengan operasi penangkapan,’’ ungkapnya.

Dari tangan AT petugas menyita beberapa barang bukti. Antara lain dua buah bekas tutup botol vitamin C yang sudah dilubangi, selembar kertas tisu bekas, dan sebuah botol bekas isi rokok elektrik. Juga selembar plastik klip yang diduga bekas bungkus sabu yang sudah dibakar.

Sebuah botol bekas vitamin C untuk alat pengisap sabu yang di dalamnya berisi air (bong), turut diamankan. Pun Lima buah potongan sedotan plastik warna putih, selembar plastik bekas dibakar. ‘’Serta dua unit handphone Xiaomi putih gold dan Polytron putih berikut sim card-nya juga kami sita,’’ sebutnya.

Dari tangan AS, petugas menyita barang bukti sebuah kardus hijau bekas bungkus sarung. Kardus tersebut berisi tiga buah pipet kaca, salah satunya masih terdapat kerak yang diduga sabu. Sebuah korek gas, selembar kertas grenjeng, dua linting kertas grenjeng dan tiga potongan sedotan plastik warna putih.

Selain itu, dua pak sedotan plastik putih, sebuah logam besi sebagai sumbu cimpli botol, sebuah gunting serta sebuah handphone Nokia biru beserta sim card-nya juga disita petugas. ‘’Semua barang bukti tersebut kami amankan dari rumah AS,’’ tambahnya.

Kedua pelaku diduga melanggar Pasal 112 ayat (1) UURI No. 35 tahun 2009 tentang UU Narkotika. Yakni, tanpa hak atau melawan hukum memiliki, menyimpan, menguasai, atau menyediakan narkotika golongan I bukan tanaman. Ancaman pidananya maksimal 12 tahun atau denda maksimal Rp 8 miliar. Keduanya ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Mapolres Ponorogo untuk proses penyidikan lebih lanjut. ‘’Sementara ditetapkan sebagai pemilik,’’ terang Supardi.

Hanya, Supardi belum mengetahui asal kristal haram itu. Selain memeriksa intensif kedua tersangka, pihaknya juga telah mengirim sampel serbuk putih yang diduga sabu ke laboratorium forensik (labfor) cabang Surabaya. Petugas juga berupaya mengembangkan kasus tersebut. ‘’Hasil tes urine, kedua tersangka positif sebagai pengguna sabu-sabu,’’ tegasnya. (tif/sat)

Sumber : http://radarmadiun.co.id/detail-berita-6730-warga-tambak-bayan-kena-ott-sabusabu.html
Sponsored Ad
J4ngan Lupa B4ca T!ps Ber!kut ini: