16 Kecamatan di Ponorogo Rawan Terjadi Tanah Gerak

Sponsored Ad

Sponsored Ad
PONOROGO — Sebanyak 16 kecamatan dari 21 kecamatan di Kabupaten Ponorogo memiliki potensi tanah bergerak. Potensi gerakan tanah di 16 kecamatan tersebut rata-rata tinggi.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ponorogo, Setyo Budiono, mengatakan hasil kajian yang dilakukan Badan Geologi Nasional pada bulan April 2017 terhadap kondisi tanah di Ponorogo menyebutkan 16 kecamatan di Ponorogo rawan gerakan tanah.
Kondisi retakan dan kerusakan bangunan yang disebabkan tanah bergerak di SDN 02 Tugurejo, Kecamatan Slahung, Senin (5/12/2016). (Abdul Jalil/JIBI/Madiunpos.com)

Potensi gerakan tanah di 16 kecamatan tersebut mulai menengah hingga tinggi. Itu artinya, tanah di daerah tersebut akan bergerak saat terjadi curah hujan di atas normal dan gerakan tanah lama dapat aktif kembali.

“Untuk daerah yang berpotensi gerakan tanah tingkat menengah yaitu pada zona ini dapat terjadi gerakan tanah jika curah hujan di atas normal, terutama pada daerah yang berbatasan dengan lembah sungai, gawir [dinding terjal], tebing jalan, atau jika lereng mengalami gangguan,” jelas Budi kepada Madiunpos.com, Rabu (19/4/2017).

Dia memerinci 16 kecamatan yang rawan gerakan tanah yaitu, Badegan, Balong, Bungkal, Jambon, Jenangan, Kauman, Mlarak, Ngebel, Ngrayun, Pulung, Sambit, Sampung, Sawoo, Siman, Slahung, dan Sooko.

“Dari 16 kecamatan ini ada yang tingkat potensi gerakan tanah hanya menengah, seperti Kauman, Mlarak, dan Siman. Namun, lainnya potensinya tinggi,” terang dia.

Lebih lanjut, Budi menjelaskan Pulung yang beberapa waktu lalu terjadi bencana tanah longsor, potensi gerakan tanahnya cukup tinggi. Untuk itu, warga yang berada di 16 kecamatan itu harus waspada saat terjadi hujan dengan intensitas cukup tinggi.

Sumber : madiunpos.com
Sponsored Ad
J4ngan Lupa B4ca T!ps Ber!kut ini: