Astaga, Masih ABG Sudah Jago Bobol Rumah Tetangga

Sponsored Ad

Sponsored Ad
NGAWI – Pelaku tindak kriminalitas di Ngawi semakin belia. Setelah dua remaja tertangkap basah membobol sebuah ruko di jalan PB Sudirman senin (24/4) kemarin. Giliran AP dan TW warga salah satu desa di Kecamatan Kendal, kedapatan membobol rumah tetangganya.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Ngawi, pengungkapan kasus itu bermula laporan Sukiran yang rumahnya menjadi sasaran maling. Pada 27 Januari lalu kepala SDN Ploso 1 itu  kehilangan uang tunai Rp 1,7 juta dan handphone android miliknya.

‘’Uang itu ada di kamar dan  handphone di letakkan di ruang tamu rumahnya,’’ terang AKP Suroso kapolsek Kendal, Kamis (27/4).

Akibat aksi pencurian yang dilakukan dua ABG tersebut, Sukiran harus menderita kerugian hingga Rp 3 juta. Namun dirinya tidak sendirian, pasalnya Bandi yang rumahnya berjarak sekitar satu kilo dari tempat kejadian perkara (TKP) pertama juga jadi korban.

Pada Sabtu (22/4) warung Bandi yang diobok-obok duet AP dan TW. Sedikitnya 15 slop rokok berbagai merek dan dua tabung gas elpiji tiga kilogram raib di gondol pemuda 17 tahunan itu.

‘’Kerugiannya ditaksir mencapai Rp 1,7 juta,‘’ tambah mantan Kapolsek Jogorogo ini.

Berdasarkan dua laporan tersebut petugas langsung melakukan penyelidikan. Hingga pihaknya menaruh kecurigaan terhadap AP dan TW. Kedua remaja 17 tahun itu sempat menjual HP di salah satu konter di wilayah Kendal yang diduga milik korban Sukiran.

‘’Kami amankan di rumahnya pada hari Selasa (24/4),‘’ tambahnya.

Keduanya selanjutnya digelandang petugas ke Mapolsek Kendal, AP dan TR menjalani pemeriksaan. Kedua remaja itu tidak dapat berkutik. Mereka mengaku sudah melakukan aksi pencurian dengan pemberatan di rumah kedua tetangganya itu.

Saat melakukan aksi di rumah Sukiran, AP bertugas mengeksekusi barang berharga di dalam rumah, dengan cara memanjat pohon rambutan di samping rumah. AP masuk melalui lantai dua rumah Sukiran. Sedangan TR bertugas mengawasi situasi di sekitarnya.

‘’Untuk aksi di warung milik korban lainnya (Bandi, Red), pelaku merusak dinding bambu dengan pisau. Setelah itu masuk dan mengambil barang-barang,‘’ jelasnya.

Menurutnya, kedua pelaku bisa terjerat pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan. Hanya, pihaknya bakal berkonsultasi dengan pihak kejaksaan, megingat usia kedua pelaku masih dibawah 18 tahun alias belum dewasa.

‘’Anggota kami sedang melakukan konsultasi dengan kejaksaan untuk kasus ini. Karena usia mereka masih dibawah umur,‘’ tuturnya. (odi/pra/jprm)
Sponsored Ad
J4ngan Lupa B4ca T!ps Ber!kut ini: