Awal Mula Bencana Banjir Bandang Terjadi di Magelang, Warga Berlarian dan Histeris

Sponsored Ad

Sponsored Ad
MAGELANG - Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Magelang dan sekitarnya pada Sabtu(29/4/2017) siang mengakibatkan bencana banjir bandang dan tanah longsor di dusun Nipis, Desa Sambingrejo dan Dusun Pringapus, Desa Sambungrejo, Kecamatan Grabag, Magelang.
Terjadi banjir bandang di Desa Sambungrejo, Kecamatan Grabaf, Kabubaten Magelang, Sabtu (28/4/2017).

Bencana tersebut menimbulkan anyak korban jiwa. Hingga pukul 20.00 Wib, tercatat ada lima korban meninggal dunia sudah ditemukan. Sementara beberapa korban lainnya masih hilang.

Hingga saat ini, tim SAR yang dibantu oleh kepolisian, TNI dan relawan tengah melakukan evakuasi di lokasi kejadian.

Salah seorang saksi mata yang melihat kejadian langsung, Catur Agung Saputra menceritakan kejadian memilukan yang menimpa kampungnya.

Sebelum terjadi bencana, sekitar pukul 14.00 Wib, wilayahnya yang berada di kawasan perbukitan Sokorini diguyur hujan lebat lebih dari dua jam.

Intensitas hujan yang sangat tinggi tersebut menyebabkan tebing di Gunung Sokorini longsor dan menimpa sungai kecil yang ada di bawahnya.

Banyaknya material longsoran membuat aliran air tertutup. Sementara hujan deras terus mengguyur.

Tingginya intensitas hujan membuat air yang mengalir dari kawasan gunung semakin banyak. Akibatnya, material longsoran yang menutupi sungai jebol sehingga menyebabkan bencana banjir bandang.

Terjangan banjir bandang dari arah gunung menyeret semua yang dilaluinya, Rumah, pohon dan bebatuan berukuran besar terseret banjir sehingga menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Dusun Sambungrejo setidaknya ada empat rumah yang terseret banjir.

"Tadi itu warga terus memukul kentongan, saya langsung keluar rumah dan melihat air sudah menerjang perkampungan. Mungkin tingginya( air) lebih dari tiga meter. Airnya keruh bercampur pepohonan dan batu besar," katanya saat ditemui di lokasi longsor Dusun Sambungrejo, Sabtu (29/4/2017) malam.

Saat kejadian, puluhan warga menurut Agung berlarian menyelamatkan diri ke tempat yang lebih aman.

Dalam kondisi mencekam, warga terus berteriak histeris karena melihat terjangan banjir bandang yang meluluhlantakan pemukiman warga.

Setelah banjir mulai mereda, warga yang sebelumnya mengungsi ke tempat aman mulai memberanikan diri mendekat ke aliran sungai. Kemudian warga mulai mencari korban yang rumahnya terseret banjir.

"Korban di sini (Sambungrejo) yang pertama ditemukan mbah Sukinah. Tubuhnya ditemukan di persawahan, sekitar setengah kilo dari rumahnya," jelas Agung.

Warga lainnya, Joko mengungkapkan beberapa warga masih hilang pascabanjir bandang yang menerjang wilayahnya.

"Masih ada beberapa orang yang belum ditemukan, di rumah bu Bidan Ariyati saja masih empat orang yang belum ditemukan," imbuhnya. (*)
Sponsored Ad
J4ngan Lupa B4ca T!ps Ber!kut ini: