Benarkah Puluhan Sumur di Kediri Tiba-tiba Ambles Pertanda Bencana? Berikut Penjelasan Pakar Bencana ITS

Sponsored Ad

Sponsored Ad
SONGGOLANGIT.NET - Sebuah fenomena alam langka terjadi di Kabupaten Kediri. Puluhan sumur di sejumlah dusun di Kecamatan Puncu tiba-tiba ambles secara bergiliran.

Belum diketahui penyebab pasti amblesnya puluhan sumur milik warga di Dusun Dorok, Dusun Jambean, dan Dusun Nanas di Desa Manggis tersebut.

Fenomena langka ini menarik perhatian Pakar Bencana dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Amien Widodo.

Menurutnya, sumur yang tiba-tiba ambles dan ambrol bak ditelan bumi itu terjadi karena adanya retakan tanah di wilayah tersebut.

“Makanya pada tahap awal area dengan lubang akan terlebih dulu ambles dan ambrol,” ungkap Amien, Rabu (26/4/2017) malam, dilansir tribunnews.com.

Amien juga mengaitkannya dengan peristiwa longsor di Ponorogo yang terjadi karena retakan tanah dan penurunan permukaan tanah. Namun, peristiwa yang terjadi di Ponorogo berlangsung selama tiga minggu secara bertahap.

“Kalau sudah 55 sumur itu cukup parah, bisa jadi nanti tahap airnya hilang dan tanahnya ambles,” lanjut pria yang merupakan Koordinator Pusat Studi Kebumian Bencana dan Perubahan Iklim (PSKBPI) ITS ini.

Menurutnya, situasi bisa makin gawat jika curah hujan tinggi. Sebab, longsor bisa saja terjadi tiba-tiba tanpa ada pertanda terlebih dahulu.

Amien menjelaskan, longsor terjadi karena lapukan tanah yang cukup tebal di pegunungan. Lapukan yang awalnya diikat oleh akar tanaman ini akan ambrol ketika air hujan masuk kedalamnya karena tak ada yang menahan. Masa tanah pun akan makin berat hingga terjadilah longsor.

“Fenomena ini tidak karena penebangan 1 atau 2 tahun yang lalu, tapi belasan tahun lalu. Sekarang baru dampaknya terlihat semua,” tegasnya.

Bukan hanya di Kediri, menurut Amien, peristiwa retaknya tanah di lereng pegunungan juga terjadi di Nganjuk dan Madiun sebelum longsor terjadi. Hal ini disebabkan oleh banyaknya area hutan yang telah dijadikan lahan pertanian.

“Retakan ini biasanya terjadi 300 meter, jadi bisa dilihat nanti apa kampung lainnya juga berjarak hingga sepanjang itu dengan lokasi ambrolnya sumur,” pungkasnya.

Hingga kini, jumlah sumur milik warga di Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri, yang ambles ditelan bumi terus bertambah. Warga setempat juga kekurangan air bersih karena sumur miliknya ambles.

Sumber : suratkabar.id

Sponsored Ad
J4ngan Lupa B4ca T!ps Ber!kut ini: