Cerita Warga Kediri soal Puluhan Sumur yang Ambles

Sponsored Ad

Sponsored Ad
KEDIRI - Samadi (70) masih bingung atas peristiwa yang menimpanya dan puluhan warga lainnya di Desa Manggis, Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri, Jawa Timur.

Sumur-sumur sumber air milik mereka ambles ditelan bumi. Sumur-sumur itu ambles dengan kedalaman antara 2 hingga 3 meter ke dalam tanah. Bahkan kontruksi bibir sumur yang terbuat dari beton pun turut tenggelam.
Seorang warga berada dekat sumur yang ambles di Desa Manggis, Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Kamis (27/4/2017).(Kompas.com/M. Agus Fauzul Hakim)

Menurut Samadi, sumur miliknya yang berada di belakang rumah itu, mulai mengalami longsor pada dinding bagian dalamnya sejak tiga hari lalu. Longsoran itu terus terjadi hingga mencapai puncak berupa amblesnya bibir sumur pada Kamis (27/4/2017).

"Saya khawatir karena tanah bagian bawah terus longsor hingga mengganggu fondasi rumah," ujar Samadi saat ditemui di rumahnya, Kamis.

Ponidi (63), warga lainnya, mengalami hal yang sama. Areal sumur yang awalnya terintegrasi dengan kamar mandi, kini hanya menyisakan ruang kamar mandi saja yang masih berdiri tegak. Sumurnya telah hilang meninggalkan lubang berdiameter sekitar 3 meter.

Menurut Ponidi, amblesnya sumur miliknya relatif cepat. Selasa sore mulai ada pergeseran bangunan sumur, malamnya langsung ambles. Amblesnya sumur itu diikuti dengan muncratnya air hingga ketinggian 6 meter.

Mesman (65) warga lainnya, mengaku merasakan getaran yang berasal dari dalam tanah. Tidak lama setelah getaran itu, dia mendapati sumurnya mulai longsor hingga ambles total keesokan harinya.

Sebagian bangunan rumahnya terutama atap sumur, turut ambrol karena peristiwa itu. Mesman langsung menutup lubang sumurnya dengan cara menimbunnya menggunakan tanah. Ia membutuhkan 4 truk tanah untuk menutup total lubang yang ada.

Sedangkan Samadi dan Ponidi masih membiarkan lubang itu menganga. Namun di sekitaran sumur diberinya pagar pembatas. Mereka tidak tahu pasti apa yang tengah terjadi hingga sumur itu ambles dan kejadiannya menimpa hampir merata di satu desa.

Mereka berharap segera ada penanganan dari pihak terkait. Soal kebutuhan air, mereka mengandalkan air bersih pasokan dari pemerintah setempat. Mereka berharap pasokan datang secara rutin mengingat yang membutuhkan air tidak hanya warga namun juga ternak.

Sebelumnya diberitakan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Kediri mencatat, jumlah sumur yang amblas mencapai 60 sumur yang tersebar di tiga dusun, yakni Dusun Dorok, Dusun Nanas, serta Dusun Jambean.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa yang terjadi di kawasan kaki Gunung Kelud itu. Pemerintah daerah melalui BPBD telah meminta bantuan Pusat Vulkanologi Mitigasi dan Bencana Geologi (PVMBG) untuk melakukan penelitian lapangan guna mengungkap penyebab peristiwa itu.

Sumber : kompas.com
Sponsored Ad
J4ngan Lupa B4ca T!ps Ber!kut ini: