Ini Pengakuan Mahasiswi UB yang Melahirkan Bayi dari Pemerkosaan

Sponsored Ad

Sponsored Ad
MALANG - Lagi-lagi bayi ditemukan dalam kondisi meninggal. Kali ini justru ditemukan di kamar kos seorang mahasiswi Universitas Brawijaya (UB) berinisial PWA,21, di Jalan Sumbersari Gang 1A,Lowokwaru Kota Malang. Gadis asal Desa Bendo Wulung, Sanan Kulon, Blitar itu sempat menyangkal, namun akhirnya dia pun tidak bisa mengelak. Kasus ini pun saat ini dalam penanganan polisi.
PWA mahasiswi UB yang mengaku melahirkan bayi dari hasil pemerkosaan saat dirawat di rumah sakit (netizen)

Yang lebih mengejutkan, PWA mengaku anak itu bukan dari hasil buhungan dengan kekasihnya. Namun dari korban pemerkosaan yang dialaminya  beberapa bulan lalu. Peristiwanya ketika ia pulang kuliah malam hari. Di tengah jalan yang sepi dan gelap ia dihadang orang tak dikenal dan kemudian memperkosanya.

“Pengakuan sementara seperti itu. Dia diperkosa tapi tidak berani melaporkan ke polisi. Peristiwa itu terjadi pada waktu sepulangnya dari kuliah malam. Di jalan ia diperkosa sama pria yang tidak dikenal, di daerah yang masuk wilayah Lowokwaru,” terang AKP Heru Dwi Purnomo, Kasat Reskrim Polres Malang Kota, Sabtu (1/4/2017).

Meski begitu Heru mengaku belum bisa mengorek lebih lanjut. Itu lantaran kodisi PWA masih lemah dan dalam perawatan di RSI Dinoyo.

Tidak hanya itu saja, polisi juga belum menetapkan PWA sebagai tersangka. ''Kasusnya masih kami dalami. Kalau nanti terbukti ada tidak pidana, ya akan kita tetapkan sebagai tersangka, kita tunggu sampai yang bersangkutan sehat. Kita peduli dengan kesehatan pelaku,” jelas Heru.

Ikhwal penemuan bayi itu berawal ketika mendadak terdengar tangisan bayi di rumah Ibu Eny, 65, Jamat petang sekitar pukul 17.00. Merasa curiga pemilik rumah menanyakan kepada PWA. Namun PWA yang sendirian di kamar kosnya mengelak. Curiga, Eny pun mengontak ketua RT setempat.

Bersama Ketua RT dan warga, kemudian digeledahlah kamar PWA. Benar saja, ketika itu ditemukan bayi laki-laki dalam tas tangsel. Kondisinya lemah. Bayi itu segera dilarikan ke rumah sakit. Namun nyawanya tidak tertolong. Bayi seberat tiga kilogram dengan panjang 49 Centimeter itu meninggal.

PWA, 21 tahun, warga Desa Bendo Wulung, Sanan Kulon, Blitar,  mahasiswi yang kos Jalan Sumbersari GG I RT 10 RW 1, Lowokwaru diduga pernah menjadi korban perkosaan. Ia diperkosa di jalan sewaktu jalan kaki sepulang kuliah malam dari kampusnya di Universitas Brawijaya pada awal tahun 2016 lalu.

Diduga, bayi yang dikandungnya dan ditemukan meninggal di kosnya, Jumat (31/3) merupakan akibat dari peristiwa memilukan yang dialami PWA. Karena bingung dan malu, PWA tidak berani

melaporkan kejadian perkosaan yang dialami tersebut kepada siapa pun juga, termasuk kepada polisi.
Heru mengatakan akan memperdalam mengenai informasi tersebut, namun hal ini tidak bisa dilakukan karena PWA kondisi kesehatannya masih belum pulih. Kondisi PWA masih dalam kondisi lemas dan dalam perawatan intensif di RSI Dinoyo.

“Kita interograsinya pun posisinya guyon, kondisi pelaku masih sangat lemah,” ujar Heru. Ia menegaskan hingga saat ini pihaknya belum menetapkan tersangka atas meninggalnya bayi laki-laki seberat 3 kilogram dengan tinggi badan 49 centimeter tersebut.

Kasus itupun segera dilaporkan ke Polisi. PWA yang kini dirawat di rumah sakit swasta itu pun segera dirujuk ke RSSA Malang.

Benarkah bayi yang dilahirkan seorang mahasiswi Universitas Brawijaya (UB) di kamar kostnya di Jalan Sumbersari Gang 1A,Lowokwaru Kota Malang, hasil korban perkosaan? 


Polres Kota Malang hingga saat ini masih mendalami. Sejumlah saksi pun masih dimintai keterangan. Sayangnya, mahasiswi, berinisial PWA masih dalam perawatan di rumah sakit sehingga belum jelas pengakuannya.

''Bersabar dulu. Karena yang bersangkutan PWA masih dirawat. Nanti setelah kesehatannya pulih, baru kami periksa,'' jelas AKP Heru Dwi Purnomo, Kasat Reskrim Polres Malang Kota, Sabtu (1/4/2017).

Menurut Heru, dari pemeriksaan awal, menerangkan, gadis 21 tahun, warga Desa Bendo Wulung, Sanan Kulon, Blitar itu mengaku melahirkan sebelum Salat Jumat sekitar pukul 11.00. Namu setelah proses persalinan itu, yang bersangkutan pingsan. Sehingga tidak tahu lagi bagaimana nasib bayinya.

“Yang besangkutan baru sadar sekitar jam setengah lima sore. Ketika itu ada orang ketuk-ketuk pintu. Ketika itulah ia menyembunyikan bayinya dalam tas rangsel,” ujar Heru.

Saat dilahirkan kata Heru, kondisi bayi dalam keadaan sehat dan hidup. Saat ditemukan, tali plasenta bayi masih menempel di perutnya. Sesuai dengan usia kehamilan, Heru mengatakan memang sudah waktunya melahirkan.

 “Kita belum bisa memastikan bagaimana kematian bayi tersebut dan siapa yang membunuhnya. Saya belum berani memberikan keterangan, karena belum jelas. Nanti kalau sudah ada hasil otopsi, baru bisa kita pastikan,” ujar Heru.

Heru mengatakan secara kemanusiaan, pihaknya memang merasa kasihan terhadap PWA. Namun jika ditemukan ada dugaan pidana, akan tetap diproses.

Lebih dari itu, Heru juga menyebutkan jika PWA menyakinkan kepada petugas jika bayi itu buah dari kejahatan sesorang. Ia diperkosa seseorang ketika pulang dari kampus, malam hari. Peristiwa itu tidak berani dilaporkan.

Ia pun mengaku menderita selama ini, karena terus menyembunyikannya.(dan)

Sumber : klikapa.com
Sponsored Ad
J4ngan Lupa B4ca T!ps Ber!kut ini: