Kerugian Ratusan Juta Akibat Longsor Sooko

Sponsored Ad

Sponsored Ad
SOOKO – Korban terdampak tanah longsor di Desa Jurug, Sooko, Ponorogo, bertambah. Hasil pendataan kemarin (24/4) rumah Parno, warga Dusun Srayu, juga rusak cukup berat. Total enam korban dengan kerugian material mencapai puluhan juta rupiah. ‘’Awalnya lima rumah. Setelah kami data kembali ada tambahan satu rumah lagi,’’ kata Kapolsek Sooko AKP Sugeng Sukamto, kemarin (24/4).

Datanya memang belum fixed. Sebab, penanganan longsor Minggu (23/4) sekitar pukul 15.00 itu lebih ke penyelamatan jiwa. Apalagi masyarakat panikterjadi longsor susulan. Sembilan kepala keluarga (KK) terdiri dari 26 jiwa mengungsi. Tiga KK lainnya turut mengungsi lantaran berada di zona rawan kendati tidak mengalami kerusakan. ‘’Sudah muncul retakan di samping rumah. Takutnya, longsor dan retakan meluas ke rumah,’’ ujarnya.

Untuk sementara warga mengungsi di rumah kerabat masing-masing. Sebab, tempat tinggal mereka tidak laik huni. Material masuk ke dalam rumah, kamar, hingga dapur setelah menerjang dinding. Kerusakan dinding beragam, mulai lebar satu meter hingga empat meter.

Rumah Mursito malah sudah nyaris tertimbun. Selain material, atap rumah juga tertimbun robohan pohon cengkih dari kebun di sekitarnya. Longsor juga merusak areal perkebunan cengkih. ‘’Kerugian material mungkin ada seratusan juta rupiah kalau dengan kerusakan lahan,’’ ujarnya.

Menurut Camat Sooko Wasis, ketiga dusun di desa tersebut memang langganan longsor. Cukup sering lantaranlokasinya rawan. Dilereng perbukitan dengan kemiringan lebih dari 45 derajat. Tanah juga gembur dan berwarna merah mirip di Desa Banaran, Pulung. Pihaknya langsung melakukan pemetaan lokasi rawan. ‘’Dusun Setumbal paling rawan dan memang sering terjadi longsor,’’ ujarnya.

Pihaknya menginstruksikan warga terdampak dan terancam untuk mengungsi. Pembersihan material longsor juga dilakukan kemarin. Utamanya yang masuk rumah. Selain itu, petugas juga mengamankan sejumlah barang. Kejadian tersebut sudah dilaporkan kepada bupati dan instansi terkait. ‘’Kami menunggu instruksi lebih lanjut. Termasuk jika harus relokasi serta mekanismenya,’’ pungkasnya.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Ponorogo Setyo Budiono menyebut kejadian bencana cukup banyak Minggu (24/4) lalu. Selain longsor di Jurug, juga jalan ambrol di Sawoo, dan banjir di Desa Kori, Kecamatan Sawoo, serta genangan setinggi 5-10 sentimeter di sejumlah titik jalan raya Kecamatan Ponorogo.

Budi berharap masyarakat tetap waspada. Sebab, cuaca ekstrem diprediksi masih bakal turun hingga akhir April nanti. ‘’Hujan dengan intensitas deras disertai angin kencang diprediksi masih akan terjadi,’’ ujarnya sembari menyebut juga mendapat laporan pohon tumbang. (agi/sat)

Sumber : radarmadiun.co.id
Sponsored Ad
J4ngan Lupa B4ca T!ps Ber!kut ini: