Konyol, Inilah Akibatnya Berani Membegal Keluarga Mantan Kasad Jendral George Toisutta

Sponsored Ad

Sponsored Ad
MAKASSAR - Sebanyak tiga remaja, yakni  Ihsan (19), Sulaeman (19), dan Afdal (18) babak belur usai dihajar sejumlah warga di kompleks perumahan elite, Tanjung Bunga, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (16/4/2017), subuh sekitar pukul 04:00 Wita.

Mereka dihajar lantaran diduga kuat sebagai komplotan begal dan korbannya adalah kerabat mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat, Jendrral (Purn) George Toisutta.

Sang korban juga merupakan warga penghuni kompleks perumahan di selatan kota tersebut.

Sebelum ketiganya menjadi sasaran amarah warga di cluster The Maple, kompleks perumahan tersebut, mereka terlebih dahulu merusak mobil korban merek Honda berplat nomor DD 15 KO.

Keterangan dari petugas keamanan cluster The Maple bernama Syahrir mengatakan, perusakan terjadi karena korban enggan menuruti permintaan pelaku.

Awalnya, mobil korban dipepet komplotan pelaku saat melaju dari Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Maros, menuju Tanjung Bunga.

Saat memepet, pelaku berteriak jika mobil korban baru saja menyerempet sepeda motor.

"Sempat ada perdebatan, terduga pelaku berjumlah delapan orang komplain karena salah satu sepeda motor rekannya mengaku diserempet saat berada di Jl Ratulangi, tetapi korban membantah lewat jalur tersebut," kata Kapolsek Tamalate, Kompol Amrin AT, yang sedang menangani kasus ini, Senin (17/4/2017).

Korban dipaksa keluar dari mobil, namun permintaan para pelaku tak dituruti sebab korban merasa mobilnya tak pernah menabrak.

"Keluar-ko, kau tabrak tadi orang disana," kata Syahrir saat memperagakan adegan awal itu, Senin kemarin.

Gegara permintaan pelaku tak diindahkan, mobil korban digedo hingga ditendang.

Korban terus dibuntuti hingga ke kompleks tempat tinggalnya.

Setibanya di pintu gerbang cluster The Maple, korban lalu keluar dari mobilnya, lalu meminta tolong kepada petugas keamanan kompleks setelah yakin pemuda yang memepetnya adalah komplotan begal.

Pertolongan dari petugas keamanan kompleks dan warga pun datang.

Satu di antaranya yang datang adalah perwira menengah TNI Angkatan Darat yang diketahui ajudan George.

"Datang-mi itu ajudannya Bapak (George) dan beberapa warga, terus diperiksa itu orang-orang. Dua di antaranya kabur-ki, sedangkan tiganya ditahan," kata Syahrir.

Saat ketiga terduga begal terpergok, mereka pun menjadi sasaran amukan hingga dipaksa buka pakaian.

"Kan biasanya ada tuh yang modus (kecelakaan lalu lintas ) begitu. Jadi orang-orang sekitar sana langsung bereaksi. Tiga orang terduga pelaku diringkus dan mengalami sejumlah luka, sedangkan rekannya melarikan diri," kata Amrin.

Ketiga terduga begal tersebut kini diamankan petugas Polsek Tamalate.

Usai menjadi sasaran amukan, Afdal, satu di antara terduga begal dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara karena luka cukup serius.

Dia diduga disiram air panas.

Wajib Lapor
Usai kejadian, pihak Polsek Tamalate menunggu adanya laporan resmi dari korban.

Namun, hingga Senin (17/4/2017) pagi, tak ada seorang pun yang datang melapor.

Kemudian, sekitar pukul 09.00 Wita, atau lima jam usai kejadian, petugas kepolisian berinisatif menjemput saksi.

"Yang datang itu om (paman) dari si pengemudi mobil sedan itu atas nama Ilham, tapi dia datang tidak untuk melapor melainkan membuat surat pernyataan tidak keberatan. Sehingga ketiga orang ini hanya kita kenakan wajib lapor saja," kata Amrin.

Syahrir mengatakan, korban dikabarkan cucu George.

"Cucu jauh tapi kesayangannya Pak George," katanya saat ditemui.(*)
Sponsored Ad
J4ngan Lupa B4ca T!ps Ber!kut ini: