Magetan Dihujani Bencana Alam

Sponsored Ad

Sponsored Ad
MAGETAN – Hujan deras yang mengguyur petang kemarin (24/4) membuat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Magetan kerepotan. Betapa tidak, hujan sejak pukul 15.00 itu menimbulkan sedikitnya 16 kejadian bencana, meliputi longsor dan banjir, di tiga kecamatan dalam kurun waktu kurang dari empat jam.

Hingga berita ini ditulis, satu orang dilaporkan meninggal dunia akibat longsor, satu rumah jebol, dan sejumlah ruas jalan tertutup material longsoran. Sedangkan banjir sempat menggenangi jalan dan air meluber beberapa rumah warga.

Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Fery Yoga Saputra memerinci, dari belasan bencana itu, 15 di antaranya tanah longsor. Dia menyebut, enam titik longsor terjadi di Desa Gonggang, Poncol. Empat di antaranya mengenai jalan dan dua rumah. Sedangkan seorang korban tewas adalah Siti Khoiriyah. Perempuan 50 tahun itu meninggal akibat tertimpa material longsor sekitar pukul 15.00.

Berdasar informasi yang didapat, kala itu korban sedang membersihkan selokan di belakang rumah yang berbatasan dengan tebing. ‘’Saat itu memang sudah turun hujan, tapi masih gerimis belum sampai deras,’’ ungkap Fery kepada Jawa Pos Radar Magetan.

Longsor juga terjadi di tujuh titik Desa Cileng, Poncol. Meski tidak ada korban jiwa, kerusakan yang ditimbulkan cukup parah. ‘’Sejauh mana dampaknya masih kami data,’’ tuturnya.

Selain di Kecamatan Poncol, longsor juga terjadi di Desa Randugede, Plaosan sekitar pukul 17.00. Longsoran tanah menimpa rumah Kasinem, 70. Namun, BPBD masih belum mengetahui pasti seberapa parah kerusakannya. ‘’Hujan deras yang mengguyur hampir menyeluruh. Mulai pukul 14.00 hingga 18.00,’’ sebut Fery.

Dia menambahkan, akibat derasnya hujan, sejumlah desa juga mengalami banjir. Wilayah yang tergenang di antaranya Desa Sundul (Parang) dan Banjarpanjang (Ngariboyo). Berdasar informasi yang didapatkan, 140 kepala keluarga (KK) terkena dampaknya. Pun air sempat masuk rumah ke sejumlah rumah dengan ketinggian 80 sentimeter-1 meter. ‘’Saat ini sudah mulai surut,’’ katanya.

Sebelum rentetan bencana itu, pagi hari sebelumnya longsor terjadi di Desa Cileng. Tanah dari ketinggian empat meter ambles hingga menimpa tembok garasi kendaraan rumah Saerun. Akibatnya, tembok garasi seluas 3x2 meter itu pun jebol. Longsor disebabkan guyuran hujan yang terus menerus.

Beberapa jam sebelum itu, angin kencang menumbangkan pohon eukaliptus di kawasan wisata Telaga Sarangan. Kencangnya hempasan angin membuat pohon berdiameter sekitar 40 sentimeter dan tinggi 10 meter di tepi jalan melingkar sisi selatan telaga itu miring sebelum akhirnya roboh.

Lokasi pohon tumbang itu tepat di badan jalan hingga menutup akses pengendara. Beruntung, saat kejadian kondisi jalan sedang sepi. Pun lokasi pohon yang tumbang itu jauh dari permukiman warga maupun warung. (cor/isd)

Sumber : radarmadiun.co.id
Sponsored Ad
J4ngan Lupa B4ca T!ps Ber!kut ini: