Orangtua Korban Menangis Histeris di Rumah Sakit, Tak Percaya Kabar Hilangnya Anak Mereka

Sponsored Ad

Sponsored Ad
MADIUN - Orangtua Gandi (13) siswa Kelas VII MTS Bani Alimursad Dusun Banaran Desa Kerik Kecamatan Takeran Kabupaten Magetan, tak kuasa menahan tangis.

Mereka masih tidak bisa menerima kabar hilangnya anak terakhir mereka Gandi yang hanyut terbawa arus banjir saat berekreasi di Wana Wisata Sungai Grape, Desa Grape Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun, Senin (10/4/2017).
Orangtua korban di RS Paru Dungus Madiun.

Hingga pencarian dihentikan, sekitar pukul 18.30 WIB, anak pasangan Supriadi dan Sriatun ini mereka belum ditemukan. Supriadi tampak berusaha menenangkan istrinya, Sriatun yang menangis histeris.

Hingga pukul 20.00 WIB, mereka menunggu di depan ruang IGD RS Paru Dungus. Sriatun histeris dan berlari keluar saat melihat mobil ambulans keluar dari areal parkir.

"Itu mau kemana, itu mau kemana mobil ambulansnya," katanya sambil menangis.

Suaminya, Supriadi kemudian kembali memeluk istrinya. "Harus kuat, harus kuat,"katanya.

Enam siswa MTS Bani Alimursad Dusun Banaran Desa Kerik Kecamatan Takeran Kabupaten Magetan hanyut saat rekreasi di objek wisata Sungai Grape, Senin (10/4/2017) sekitar pukul 14.00 WIB.

Hingga berita ini diunggah, tiga santri ditemukan, yakni Ahsan Nurfuad (14) siswa kelas VIII, Hasmi (14) kelas VIII, dan Muhammad Adliyan (13) siswa Kelas VII.

Sumber : tribunnews.com
Sponsored Ad
J4ngan Lupa B4ca T!ps Ber!kut ini: