Orangtua Siswi SDN Laporkan Guru Les Privat ke Polres Magetan

Sponsored Ad

Sponsored Ad
MAGETAN – Sejumlah orangtua siswi masing masing dari kelas IV SDN di Kecamatan Barat, Kabupaten Magetan secara bersamaan datangi Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Magetan.

Mereka melaporkan guru les privat berinisial GR yang dianggap berbuat tidak senonoh terhadap siswi-siswinya.

“Kami tahunya dari anak sendiri. Tapi bagaimana perbuatan cabul guru les privat itu kepada anak saya, belum tahu,” kata anggota TNI AU, salah satu orangtua siswi yang melapor ke Unit PPA Reskrim Polres Magetan, 29 April 2017.

Menurut dia, Polisi baru akan memvisum masing masing korban setelah menerima laporan orangtua korban, ke RSUD dr Sayidiman, Magetan, kemudian baru memeriksa terlapor guru les privat.

“Informasi dari anak saya dan temannya, korban guru les privat itu banyak. Tapi yang berani melapor ke Polisi baru dua orang. Yang lainnya belum ada kabar,” jelasnya.

Menurut dia, guru les privat itu menggerayangi para korbannya.

“Sayang, korban yang lain belum berani melapor. Diduga perbuatan tersangka ini sudah lama dan baru terungkap sekarang ini,” katanya.

Guru les privat ini, lanjutnya, dipecat sebagai pegawai negeri sehingga mendirikan les privat untuk siswi SDN di wilayah Kecamatan Barat, Magetan.

“Dia memang bukan lagi pegawai negeri, informasinya dipecat. Masalah apa dipecat itu kurang tahu. Tapi istrinya masih PNS di salah satu SDN Kecamatan Barat,” katanya.

Sementara Kanit PPA Reskrim Polres Magetan Iptu Didik Ary Hendro Setyono yang dikonfirmasi masih akan melakukan penyelidikan dan belum bisa meminta keterangan pelaku karena masih sepihak.

“Sebenarnya, mohon maaf, tidak usah diekpos dulu karena ini masih penyelidikan. Dikhawatirkan kalau pelaku tahu dilaporkan, dia (pelaku) mengambil keputusan kabur,” kata Iptu Didik Ary Hendro Setyono kepada SURYA.co.id, Sabtu (29/4-2017).

Kecuali itu, kata Iptu Didik Ary, korban yang melapor juga belum dilakukan visum di RSUD dr Sayidiman Magetan. Rencana hari hasil visum sudah bisa diketahui.

“Kalau sudah jelas, dan pelaku bisa kami mintai keterangan ke PPA, baru silakan diekpos. Kita tidak bisa menuduh seseorang seenaknya tanpa dasar dasar pendukung secara hukum mengarah ke pelaku,” kata Iptu Didik Ary Hendro Setyono.

Sumber : tribunnews.com
Sponsored Ad
J4ngan Lupa B4ca T!ps Ber!kut ini: