Pamit Sholat Subuh, Suparno Warga Ngampel Balong Malah Gantung Diri

Sponsored Ad

Sponsored Ad
BALONG - Seorang petani bernama Suparno (52), warga Dukuh Mojorumpuk, Desa Ngampel, Kecamatan Balong, Kabupaten Ponorogo nekat mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri, Kamis ( 13/4/2017).
Petugas Polres Ponorogo dan Tim Medis Puskesmas Balong melakukan pemeriksaan terhadap tubuh Suparno.

"Diduga korban gantung dari lantaran sudah 1,5 tahun terakhir korban menderita penyakit stroke dan tidak kunjung sembuh," ujar Kasubag Humas Polres Ponorogo, AKP Sudarmanto, Kamis ( 13/4/2017).

Sudarmanto mengatakan, jasad korban pertama kali ditemukan istrinya, Inkana (48) usai salat subuh di samping rumahnya. Saat ditemukan, kondisi jasad korban dalam posisi gantung diri dengan seutas tali di pohon asam.

Sudarmanto mengatakan, awaknya korban pamit kepada istrinya hendak mengambil air wudu untuk melaksanakan shalat subuh ke mushala, Kamis ( 13/4/2017) pagi.

Selang beberapa saat kemudian, lanjut Sudarmanto, istrinya curiga karena tidak ada suara air seperti biasanya pada saat korban mengambil air wudu.

"Kontan Inkana mencari korban keluar rumah dan melihat korban sudah dalam keadaan gantung diri di pohon asam disamping rumahnya," ujar Sudarmanto.

Mengetahui suaminya tewas gantung diri, Inkana berteriak-teriak meminta pertolongan. Tetangganya yang mendengar Inkana meminta pertolongan langsung berdatangan di lokasi kejadian. Selanjutnya warga sekitar menolong korban dan menurunkan jasad Suparno dari tali gantungan.

"Saat diturunkan dari tali gantungan korban sudah meninggal dunia," kata Sudarmanto.

Hasil identifikasi polisi dan dokter Puskesmas Balong menyebutkan tidak ada tanda-tanda penganiayaan. Korban dipastikan meninggal karena bunuh diri.

Sumber : tribunnews.com
Sponsored Ad
J4ngan Lupa B4ca T!ps Ber!kut ini: