Pelaku penyanderaan ibu & balita di angkot baru keluar dari penjara

Sponsored Ad

Sponsored Ad
Kapolres Jakarta Timur Kombes Andri Wibowo mengungkapkan, Hernawan, pelaku penyanderaan seorang ibu dan balita di angkot T25 jurusan Rawamangun-Pondok Kopi merupakan residivis kasus curanmor. Ia baru saja menghirup udara kebebasan.

"Dia residivis, kasus curanmor ya, pencurian juga, curanmor atau curat nanti kita lihat filenya," ujarnya ketika ditemui di Mapolda Metro Jaya, Senin (10/4).

Kata Andri, dalam pemeriksaan sementara pelaku nekat melakukan hal itu karena faktor ekonomi.

"Motif pelakunya tentunya ekonomi lah, karena baru keluar LP kan, di Bekasi kalau nggak salah," katanya.

Dalam aksinya pelaku melakukan aksi sendiri. Nantinya, Andri mengharapkan setiap para penghuni rumah tahanan selain dapat binaan, harusnya mendapatkan tunjangan lain. Jangan sampai alasan ekonomi dapat melakukan hal itu.

"Ke depan itu mantan-mantan narapidana yang masuk dalam LP, selain pembinaan yang ada sekarang ya ke depan mungkin, untuk menghindari ini ya, mungkin ada pemerintah bisa memikirkan lah dari aspek-aspek tunjangan, kemudian bisa mereduksi untuk orang melakukan residivis, begitu. Ya paling nggak uang saku dan sebagainya sehingga dia bisa berpikir untuk diapakan uang ini dan sebagainya, untuk hidup, naturalusasi, kembali kepada masyarakat yang nirmal lah," pungkasnya.

Sebelumnya, korban, Risma bersama anaknya naik angkot T25 jurusan Rawamangun-Pondok Kopi. Dia naik sekitar Pukul 19.00 Wib bersama dua penumpang wanita lainnya.

Tak lama berselang Risma naik, kemudian pelaku yang diketahui bernama Hermawan juga ikut naik seperti halnya penumpang biasa. Tiba-tiba saja, Hermawan mengeluarkan senjata tajam dan mengalungkannya ke Risma yang sedang menggendong anaknya.

Seisi angkot mendadak panik, lalu lintas di sekitar lokasi kejadian pun ramai, bahkan macet. Tanpa pikir panjang pelaku minta perhiasan Risma dan meminta angkot segera dijalankan. Sayang, posisi pelaku keburu tersudut. Semua orang melihat, mengepung, tak ada jalan keluar lagi.

Hermawan pun panik, semakin menjadi, sedikit menyayat senjata tajam yang dia pakai untuk menyandera Risma dan anaknya. Akibatnya, darah pun keluar dari leher Risma. Polisi yang melintas, Aiptu Sunaryanto pun mencoba bernegosiasi.

Permintaan tak dituruti, meski pelaku sudah teriak-teriak di tengah kepungan warga dan polisi yang ada di lokasi. Risma tampak pasrah, lemas, tak berkutik, dikalungkan senjata pelaku, anaknya yang tak tahu apa-apa pun demikian.

Aiptu Sunaryanto terus berusaha melobi Hermawan. Namun pelaku tetap ngotot. Tak mau jatuh korban jiwa, petugas berinisiatif menembakkan senjata kepada pelaku. Alhasil, sandera pun berhasil diselamatkan.

Sumber : merdeka.com
Sponsored Ad
J4ngan Lupa B4ca T!ps Ber!kut ini: