Seorang Kakek dari Pacitan Antar Bingkisan ke Pengungsi Longsor Ponorogo dengan Sepeda Gunung

Sponsored Ad

Sponsored Ad
PONOROGO - Ada yang menarik dari lokasi pengungsian korban tanah longsor Dukuh Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur. Pasalnya, diantara para pengungsi yang berada di sekitar rumah Kepala Desa Banaran, Sarnu tiba-tiba muncul sosok kakek tua mengendarai sepeda gunung ke lokasi pengungsian yang berada di lereng pegunungan tersebut.

Dialah Aris Widodo (78 th) warga Desa Krajan, Kecamatan Arjosari, Kabupaten Pacitan. Pria beruban tersebut rela mengayuh sepeda gunung warna merah ratusan kilometer hanya ingin bersilaturahmi dengan para korban longsor Desa Banaran. "Saya mengendarai sepeda gunung ini ingin berkunjung lokasi longsor dan menemui saudara kita yang lagi dirundung duka musibah," aku Aris Widodo.

Sosok kakek tua Aris ini tahun lalu pernah mengayuh sepeda dari Pacitan menuju Kabupaten Banyuwangi, yang jaraknya mencapai 500 Kilometer. Sebelumnya Aris juga pernah keliling Nusantara. "Kami juga pernah keliling dunia beberapa tahun lalu," paparnya.
Sedangkan Babe Orie warga Bogor, Jawa Barat, seorang relawan di lokasi tanah longsor mengaku kaget melihat Aris Widodo sampai ke lokasi pengungsian.

"Sempat kami dorong tadi sepedanya karena tanjakannya cukup terjal," kata Babe Orie. Dia mengaku pernah melihat Aris diwawancarai Dedy Corbuzier dalam sebuah acara di salah satu stasiun televisi. "Biar tua tetapi fisik kakek Aris luar biasa, mampu mengayuh sepeda di pegunungan," ujar Babe Orie.

Sementara itu Marfuad, relawan asal Magetan berharap masyarakat meneladani semangat dan tekad kakek Aris demi kemanusian, Kakek Aris rela mengayuh sepeda gunung beberapa jam tak kenal lelah. "Luar biasa lagi kakek Aris juga memberi bantuan bingkisan dari pribadinya untuk warga yang sedang kesusahan di Desa Banaran karena longsor ini," ungkap Marfuad.*)

Sumber : kabarindonesia.com
Sponsored Ad
J4ngan Lupa B4ca T!ps Ber!kut ini: