Surono Warga Madiun Tidak Dibunuh Anaknya

Sponsored Ad

Sponsored Ad
MADIUN – Teriakan minta tolong Sumini memecah kesunyian gang Tanjung Manis XIV, Kelurahan Manisrejo, Kecamatan Taman,pagi buta kemarin (10/4). Para tetangga yang mendengar teriakan perempuan 62 tahun itu lantas mencari tahu.

Mereka kaget bukan kepalang ketika mendapati Suminiberlarian keluar rumah dengan muka lebamdan baju yang compang-camping. Tidak berselang lama, Novan, anak sulung Sumini, menyusul keluar dari rumah bercat kuning itu dengan kondisi telanjang bulat. Pria 42 tahun yang mengalami gangguan jiwa itu menceracau tak jelas seperti sedang kesurupan. ‘’Warga tidak ada yang berani mendekat,’’ kata Juwahid, ketua RT setempat, kepada awak media di lokasi kejadian.

Juwahid dan sejumlah warga lain awalnya tak tahu persis duduk perkara yang dialami keluarga Sumini itu. Persoalan baru terang benderang ketika anggota Polsek Taman mendatangi rumah ibu anak tersebut. Betapa terkejutnya petugas ketika mendapati Surono, 67, suami Sumini, sudah terbaring kaku diatas tempat tidur.Kecurigaan pun mengarah pada Novan. Karena itu, petugas langsung membekuk Novan yang saat itu sedang mandi di pancuran air samping rumahnya.

Petugas lantas memasang garis polisi agar warga tidak mendekat di sekitar lokasi kejadian. Olah tempat kejadian perkara (TKP) juga dilakukan. Tempat yang dituju pertama adalah kamar tidur pasutri tersebut. Polisi masih belum berani memastikan penyebab kematian Surono. Jasad Surono lantas dibawa ke RSUD dr Soedono untuk divisum. ‘’Diduga meninggal karena memiliki riwayat penyakit (liver),’’ ujar Kasat Reskrim Polres Madiun Kota AKP Logos Bintoro.

Kepastian itu didapat dari hasil visum luar yang dilakukan pihak RSUD dr Soedono. Tidak ditemukan bekas kekerasan apapun dari jasad Surono tersebut. ‘’Visum dilakukan kepada korban untuk memastikan penyebab kematiannya. Sempat muncul dugaan bahwa korban meninggal lantaran mengalami kekerasan dari sang anak,’’ bebernya.

Pihaknya sampai saat ini belum bisa memintai keterangan Novan. Sebab, kondisi kejiwaan pemuda yang bekerja sebagai montir di sebuah bengkel motor di Jalan Tanjung Manis itu terganggu. Keterangan baru bisa didapatkan dari para saksi, Sumini dan Dian. SedangkanNovan masih diamankan di Mapolsek Taman. ‘’Intinya, Novan marah-marah ketika melihat ayahnya itu meninggal. Dia selanjutnya meminta ibu dan adiknya untuk dirukyat. Tapi, mereka menolak. Sehinggamereka mengalami kekerasan dari Novan,’’ jelasnya.

Lantaran Novan mengalami gangguan jiwa, Logos menerangkan jika pelaku tidak bisa dikenai pidana atas perbuatan dugaan kekerasan kepada ibunya. Kasus dugaan kekerasan itu juga masuk ranah delik aduan. ‘’Kasus ini masuk unsur kekerasan dalam rumah tangga (KDRT),’’ pungkasnya. (her/ota)

Sumber : radarmadiun.co.id
Sponsored Ad
J4ngan Lupa B4ca T!ps Ber!kut ini: