Terpaksa Robohkan Rumah Akibat Terancam Bencana

Sponsored Ad

Sponsored Ad
SLAHUNG – Daripada hancur terdampak bencana, lebih baik dirobohkan terlebih dahulu. Ini jadi pilihan bagi warga Desa Tugurejo, Kecamatan Slahung , Ponorogo. Terlebih kondisi tanah gerak di Desa Tugurejo, Slahung, Ponorogo, semakin parah.
Rumah Lasno, warga Dusun Krajan, Tugurejo, Slahung, Ponorogo, terpaksa dikosongkan karena retak terdampak bencana tanah gerak, Selasa (25/4).

Pergerakan tanah di Dusun Krajan desa setempat mengakibatkan beberapa bangunan, jalan dan fasilitas umum rusak parah. Terkini, tujuh unit rumah terpaksa dirobohkan.

‘’Bisa terus bertambah karena pergerakan tanah belum berhenti,’’ kata Kepala Desa Tugurejo Siswanto, Selasa (25/4).

Terhitung sedikitnya 10 rumah dirobohkan sejak tanah gerak terjadi sekitar tahun 2013 lalu. Beberapa bangunan lain juga bakal dirobohkan untuk menghindari kerugian lebih besar. Di antaranya dua tempat ibadah, satu gedung TK, satu gedung perpustakaan, dan sebagian gedung SDN 2 Tugurejo.

‘’Sebagian sudah dirobohkan, sebagian lagi menyusul,’’ ungkapnya.

Beberapa ruas jalan poros desa juga rusak. Akses jalan rabat sudah banyak yang bergeser. Ada juga yang terputus karena tanahnya ambles. Jalan provinsi Ponorogo-Pacitan pun rusak parah. Bahkan, badan jalan bergeser lebih dari satu meter.

‘’Saat ini masih diperbaiki pihak provinsi,’’ terangnya.

Kegiatan belajar-mengajar (KBM) SDN 2 Tugurejo sebagian dipindahkan ke Masjid Al-Amanah dan rumah penduduk. Sebab, hampir separo bangunan SDN ini sudah diratakan dengan tanah. Beberapa ruang kelas, kantor, ruang guru dan ruang UKS tidak ada lagi.

Kondisi nyaris sama juga menimpa gedung TK yang ada di desa tersebut. saat ini kegiatan TK terpaksa menggunakan salah satu rumah penduduk.

‘’Untuk gedung TK, rencananya pekan ini akan kami robohkan juga,’’ sebutnya. (tif/agi/sat/jprm)

Sumber : radarmadiun
Sponsored Ad
J4ngan Lupa B4ca T!ps Ber!kut ini: