Tidak Dibelikan Sepeda Motor, Pelajar Madiun Tabrakkan Diri ke KA

Sponsored Ad

Sponsored Ad
MADIUN — Seorang pelajar SMK asal Desa Sugihwaras, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun, Doni Andi Saputra, 18, ditemukan tewas di pinggir rel kereta api, Desa Sidorejo, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun, Sabtu (22/4/2017) sekitar pukul 06.15 WIB.
Ilustrasi tertabrak KA (Dok/Solopos)

Diduga pemuda itu tewas setelah menabrakkan diri ke kereta api yang sedang melintas di jalur rel itu. Polisi menduga siswa itu nekat bunuh diri dengan cara menabrakkan diri ke kereta api lantaran permintaannya agar dibelikan sepeda motor tak dituruti keluarganya.

Kepala Satuan Reserse dan Kriminal (Kasatreskrim) Polres Madiun, AKP Hanif Fatih Wicaksono, mengatakan beberapa bukti yang ditemukan di tubuh Doni, dapat diduga Doni tewas bunuh diri karena permintaannya tidak dituruti keluarganya.

“Polisi menemukan kertas berisi tulisan tangan Doni yang diduga ditulis sebelum bunuh diri,” kata dia, Sabtu.

Hanif menyampaikan surat dengan tulisan tangan itu berisikan pesan yang menyatakan Doni hendak menyusul neneknya yang sudah meninggal dunia beberapa waktu lalu karena permintaannya agar dibelikan sepeda motor tidak dituruti keluarganya.

Dari keterangan keluarganya, Doni terlihat linglung setelah neneknya meninggal dunia. Kemudian, Doni menginginkan sepeda motor namun belum dituruti keluarganya.

“Pelajar ini tewas tertabrak kereta api Bangunkarta tujuan Surabaya-Jakarta sekitar pukul 01.15 WIB. Warga baru menemukan jasad pelajar itu sekitar pukul 06.15 WIB,” kata Hanif.

Saat ditemukan, jasad tersebut mengenakan kaus lengan pendek berwarna abu-abu, celana jeans pendek warna biru, dan jaket kaus berwarna abu-abu. Di saku jaket dan celana Doni, polisi menemukan tiga batang rokok, kartu pelajar di SMK Gemarang, dan uang tunai Rp12.000.

“Jasad tersebut kemudian dibawa ke RSUD Caruban dan selanjutnya diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan,” jelas dia.

Sumber : madiunpos.com
Sponsored Ad
J4ngan Lupa B4ca T!ps Ber!kut ini: