Toko Hj. Sumirah di Kauman Ludes Dilalap Api

Sponsored Ad

Sponsored Ad
KAUMAN – Toko kelontong di Jalan Diponegoro, Dusun Merbot, Desa/Kecamatan Kauman, Ponorogo, ludes terbakar, Kamis (13/4) malam. Toko milik Hj. Sumirah, 88, tahun itu tinggal arang. ‘’Kejadiannya sekitar pukul 22.00. Peristiwa ini pertama kali diketahui warga sekitar lokasi,’’ kata Kapolsek Sumoroto Kompol Budi Nurtjahjo, kemarin (14/4).

Awalnya api terlihat di atas toko bagian tengah. Warga lantas berdatangan dan mencoba memadamkan api dengan upaya seadanya. Tak lama kemudian, petugas Polsek Sumoroto datang dan langsung menghubungi mobil pemadam kebakaran (PMK). ‘’Saat peristiwa terjadi tidak ada orang di dalam toko maupun di sebelahnya,’’ ungkap Budi.

Seperti biasa, setelah menutup toko, sekitar pukul 17.30 WIB pemiliknya pulang ke rumah anak angkatnya di Dusun Wetan, Sumoroto, Kauman. Begitu juga pemilik toko buah dan gordin di sebelahnya. Ketika kebakaran terjadi, semua toko itu sudah tutup.

Menurut Budi, toko itu menjual elpiji tiga kiloan, BBM eceran, sembako, pakan burung dan ayam, pisang, kebutuhan sehari-hari dan perlengkapan orang meinggal dunia. Penyebab kebakaran tersebut, Budi belum tahu pasti. ‘’Kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut,’’ terangnya.

Akibat peristiwa itu, korban mengalami kerugian materiil sekitar Rp 50 juta. Sebab, bangun toko ludes bersama isinya. Posisi toko yang berhimpitan dan bangunan yang tidak begitu besar cukup menyulitkan warga atau petugas untuk menyelamatkan barang dagangan. ‘’Tetangga sebelahnya tidak mengalami kerugian materiil. Sebelum api menjalar sudah bisa dipadamkan,’’ jelasnya.

Api dipastikan padam sekitar pukul 23.30. Setelah PMK mengerahkan dua unit mobil pemadam kebakaran (damkar) ke lokasi. Meski api sudah padam sekitar satu jam setelah kejadian itu, namun karena letaknya berhimpitan petugas khawatir muncul api dari sisa bara.

Polisi telah memeriksa beberapa saksi dan memasang police line di lokasi. Peristiwa itu cukup menyedot perhatian warga yang ingin menyaksikan langsung. Akibatnya, jalur Ponorogo-Wonogiri itu sempat macet satu jam lebih.

Syaiful Aziz, pedagang buah di sebelah toko yang terbakar itu mengaku tidak tahu kejadian awalnya. Saat itu, dia sudah menutup tokonya sekitar pukul 22.00. ‘’setelah menutup toko saya keluar untuk makan sama teman,’’ jelasnya.

Dia mengetahui kejadian itu setelah temannya mendatangi di warung makan mengabarkan kejadian itu. Aziz kaget dan bergegas balik ke tokonya. Meski belum sempat membakar tokonya, namun dia waswas karena letaknya saling berhimpitan. Begitu juga pemilik toko gordin juga tidak tahu pristiwa itu. ‘’Belum sampai menjalar ke toko kami, jadi tidak ada kerugian,’’ pungkasnya. (tif/sat)


Sumber : radarmadiun.co.id
Sponsored Ad
J4ngan Lupa B4ca T!ps Ber!kut ini: