VIDEO - Warga Sidoarjo ini Mahir Bikin Sabu setelah Belajar dari Internet

Sponsored Ad

Sponsored Ad
SIDOARJO - Ainur Huri (37) hampir saja jadi bandar besar sabu-sabu di Kota Delta. Warga Desa Kedung Turi, Taman, ini bisa membuat sabu-sabu setelah belajar secara otodidak dari internet.

Kasatnarkoba Polresta Sidoarjo, Kompol Sugeng Purwanto, mengatakan Ainur benar-benar bisa membuat sabu-sabu.

"Tersangka membuat sendiri di rumah kontrakannya di Desa Sukodono, Sukodono," kata Sugeng saat menggerebek rumah kontrakan Ainur, Senin (17/4/2017).

Sugeng menuturkan meski secara teori dan praktek Ainur bisa membuat sabu, ada satu bahan yang tidak bisa didapatkan. Bahan tersebut bernama efedrin yang akan mengubah campuran kimia bahan sabu menjadi amphetamine.

"Tersangka bisa membeli semua bahan serta alat-alat tabung kimia secara bebas. Namun untuk bahan efedrin, tersangka tak bisa mendapatkannya," sambungnya.

Sugeng mengungkapkan pembelian efedrin, terutama dalam jumlah besar membutuhkan surat keterangan dari berbagai pihak, seperti dokter dan kepolisian. Ainur mencoba berkali-kali membeli bahan tersebut, namun ditolak toko kimia yang menjualnya.

Dari sinilah, akhirnya terbongkar keinginan bejat Ainur menjadi bandar besar sabu Kota Delta.

"Dapat laporan warga yang mencurigai ada orang yang ingin membuat sabu. Setelah kami dalami dan intai, ternyata benar" ungkap Sugeng.

Ainur sendiri memang lama sebagai pengguna sabu. Kepada petugas, Ainur berdalih jika berhasil membuat sabu tersebut akan dipakai sendiri.

Sugeng menganggap alasan itu terlalu naif. Pihaknya akan menggali keterangan untuk mencari kemungkinan ada tersangka lain kasus ini.

"Saat kami geledah kontrakan tersangka juga kami temukan sabu 0,5 gram," bebernya.

Warga sekitar tak menyangka jika tetangganya tersebut pengguna bahkan bisa membuat sabu sendiri.

M Rofiq (40), menuturkan sosok Ainur yang tinggal berdua bersama istrinya itu merupakan orang yang ramah.

"Walau orangnya agak tertutup, tapi menyapa tetangga dan berkata baik jika berpapasan," tandas Rofiq.

Rofiq mengatakan Ainur baru tujuh bulan tinggal di Sukodono. Kepada warga, Ainur mengaku bekerja sebagai kontraktor.

"Untung terungkap. Kalau tidak, bisa rusak anak-anak muda di sini," ujar Rofiq.
Sponsored Ad
J4ngan Lupa B4ca T!ps Ber!kut ini: