14 Ribu Warga Kota Madiun Antre Blangko E-KTP

Sponsored Ad

Sponsored Ad
MADIUN – Krisis blangko kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) di Kota Madiun berkepanjangan. Kondisi ini diprediksi bakal terjadi hingga akhir tahun 2017.

Krisis ini terlihat dari minimnya pasokan blangko e-KTP dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Dari permintaan 18 ribu lembar, baru-baru ini Kemendagri hanya mendapat jatah 4 ribu.

‘’Jadi, masih ada 14 ribu warga yang sudah melakukan perekaman data e-KTP tapi belum bisa cetak,’’ kata Kepala Dispendukcapil Kota Madiun Nono Djatikusumo.

Nono mengaku tak bisa berbuat banyak lantaran pengadaan blangko merupakan tanggung jawab kemendagri sepenuhnya. Sebanyak 14 ribu warga mesti menunggu jatah pengiriman blangko e-KTP sampai akhir 2017.

‘’Sesuai petunjuk pemerintah pusat, tahap awal ini Kota Madiun memang hanya mendapatkan jatah 4 ribu blangko. Sisanya bakal dikirimkan secara bertahap,’’ terangnya.

Pihak dispendukcapil memberi surat keterangan (suket) e-KTP kepada warga yang e-KTP-nya belum tercetak. Pasalnya, 4 ribu blangko yang didistribusikan pemerintah pusat bakal digunakan mencetak e-KTP warga yang melakukan perekaman sebelum November 2016.

Selama ini ada dua kendala yang menghambat proses perekaman data dan pencetakan e-KTP. Selain blangko, masalah jaringan juga kerap menghambat dispendukcapil dalam melakukan pelayanan masyarakat.

‘’Tapi, sarana prasara dan SDM-nya sudah ready,’’ ungkapnya.

Nono menyebutkan, pihaknya saat ini memiliki tiga mesin cetak e-KTP. Per harinya setiap mesin bisa mencetak minimal 200 lembar. Apabila ketiga mesin cetak itu dioperasikan bersamaan, maksimal pencetakaan e-KTP hanya bisa terlayani 600 lembar.

‘’Jadi, untuk mencetak 4 ribu blangko e-KTP diperlukan waktu sekitar satu minggu,’’ jelas Nono. (her/ota/jprm)
Sponsored Ad
J4ngan Lupa B4ca T!ps Ber!kut ini: