Akhir Kisah Katak Raksasa 1,5Kg di Enrekang Habis Disantap Warga

Sponsored Ad

Sponsored Ad
SONGGOLANGIT.NET - Katak 'raksasa' yang ditangkap di Desa Buntu Mondong, Enrekang, Sulawesi Selatan sudah habis menjadi santapan warga setempat. Warga mengatakan jarang memakan katak yang memiliki berat 1,5 kg itu.

Darussalam (30), warga Desa Buntu Batu yang ikut menangkap katak yang disebut katak todan oleh warga setempat itu mengatakan, dia menangkap katak raksasa itu bersama teman-temannya. Katak tersebut biasanya ditangkap oleh remaja setempat saat sedang bermain di sungai atau berkebun.

"Tidak banyak orang Duri yang suka makan Katak Todan, termasuk saya yang tidak makan begitu, biasanya yang makan Todan anak-anak muda saja yang menyantapnya setelah dibakar dan dikuliti," ujar Salam, sapaan Darussalam, saat dihubungi detikcom, Selasa (2/4/2017).

Salam menjelaskan, 9 katak tersebut yang salah satunya berukuran jumbo ditangkap secara ramai-ramai pada pekan lalu di Sungai Dante Uwa. Dari 9 ekor tersebut, hanya satu yang memiliki berat 1,5 kg. Satu ekor lainnya seberat 1 kg dan sisanya dibawah 1 kg dengan ukuran sekitar 20 cm.

"Setelah ditangkap, ada anak muda yang minta, katanya mau dimakan, jadi kita kasih mereka," ucap Salam.

Menurut Salam, biasanya kaum remaja Suku Duri, melakukan "Metodan", istilah untuk menangkap katak todan di sungai. Kegiatan itu dilakukan ketika sedang berangkat ke perkebunan salak dan perkebunan kopi arabika di kawasan kaki Gunung Latimojong di ketinggian 1.400 hingga 1.700 mdpl.

Untuk sampai di perkebunan di kawasan kaki gunung tertinggi di Sulawesi ini, hanya dapat diakses menggunakan sepeda motor dan menempuh medan yang terjal dan berbatu. Warga mencari katak todan di bebatuan tepi sungai. Katak todan biasanya memakan kepiting dan hewan-hewan kecil di tepi sungai.


Selain di kawasan Kecamatan Buntu Batu, warga dari Uluway, perbatasan Kab. Enrekang-Tana Toraja juga kerap menyantap katak todan.

Salah seorang warga Toraja dari Uluway, Baccung, mengatakan biasa menyaksikan katak Todan berukuran jumbo di sungai dekat rumahnya. Namun, warga Uluway juga biasanya enggan untuk menangkapnya.
Sponsored Ad
J4ngan Lupa B4ca T!ps Ber!kut ini: