Anggota BIN Gadungan Tipu Warga Blitar Ratusan Juta Rupiah

Sponsored Ad

Sponsored Ad
Blitar - Ahmad Teguh Doni Nuryansah (25), ditangkap Satreskrim Polres Blitar Kota. Warga Dusun Godo RT/RW 02/05 Desa Madiopuro, Kecamatan Sumobitom, Kabupaten Jombang ini, mengaku sebagai anggota polisi sekaligus anggota BIN dan menipu korbannya hingga ratusan juta rupiah.
Pelaku menggunakan seragam polisi/Foto: Erliana Riady

Kasatreskrim Polres Blitar Kota, AKP Heri Sugiono menyatakan, terungkapnya kasus penipuan dan penggelapan ini dari laporan salah satu korbannya.

"Korban bernama Sentot Prawiro Dirjo ini warga Kel Bendogerit Rt/Rw 01/04, Sananwetan Kota Blitar. Dia menyetor yang tunai Rp 6,5 juta dan dijanjikan diangkat sebagai PNS di Dishub," jelas Heri pada detikcom, Minggu (21/5/2017).

Dari laporan Sentot inilah, polisi lalu menangkap Teguh di rumah kontrakannya di Desa Plosarang, Sanankulon Kab Blitar, Sabtu (20/5).

"Di rumah itu, selain Teguh kami juga amankan seorang pria dan dua wanita. Ternyata dalam proses penyidikan, mereka bertiga ini justru juga menjadi korbannya Teguh," ungkap Heri.

Modusnya sama seperti yang dilakukan pada Sentot. Teguh yang setiap beraksi selalu mengenakan seragam polisi ini mengaku, bisa mencarikan jalan bagi korbannya untuk menjadi anggota polisi, Dishub sampai BIN.

"Bahkan pemilik rumah kontrakannya juga ditipu sebesar Rp 200 juta, katanya untuk pengamanan aplikasi HP bagi semua calon anggota BIN katanya," tambah Heri.

Aksi lihai Teguh juga berhasil meluruhkan hati Cindi warga Jombang. Selain bersedia menjadi istri simpananya, orang tua Cindi juga memberikan uang Rp 150 juta agar anaknya bisa menjadi anggota polisi.

Dari ke empat korbannya, Teguh meraup uang hingga sekitar Rp 500 juta. Saat ini Teguh sudah diamankan di Mapolres Blitar Kota untuk proses penyidikan lebih lanjut.

Sementara dari rumah kontrakannya, polisi juga menyita seragam Polri beserta atributnya, satu stel seragam PDH Polri dengan atributnya, satu Air Soft Gun Merk Jeriko 941 dan Gas RCF. Selain itu diamankan juga1 lembar bukti setoran ke FIF dan 1 bendel bukti pengajuan utang di FlF.

"Dari kasus ini, saya imbau masyarakat jangan mudah percaya pada bujuk rayu dan janji untuk masuk menjadi anggota polisi atau kedinasan lainnya. Karena proses rekruitmen seperti itu pasti memakai jalur formal, tidak perorangan," tegas Heri menyarankan.

Sumber : detik.com
Sponsored Ad
J4ngan Lupa B4ca T!ps Ber!kut ini: