Awas! 4 Wanita 'Nakal' yang Menjajakan Diri di Tretes ini Mengidap Penyakit Mematikan

Sponsored Ad

Sponsored Ad
PASURUAN - Dinas Satuan Polisi Pamong Praja (Dispol PP) Kabupaten Pasuruan merazia kawasan prostitusi di Tretes, Kecamatan Prigen, Selasa (16/5/2017) malam.

Hasilnya, 12 perempuan yang diduga sebagai Pekerja Seks Komersial (PSK) diamankan.

Mereka dibawa dari beberapa titik yang ada di Tretes.

Rinciannya, dari kawasan Watu Adem, petugas mendapatkan 10 perempuan.

Setelah itu, razia berpindah di kawasan Sanggrahan.

Hasilnya, petugas mendapatkan dua perempuan. Total, petugas membawa 12 orang.
MASIH AKTIF : Para perempuan yang diduga PSK diamankan Petugas Dispol PP Kabupaten Pasuruan.

12 perempuan itu langsung digelandang ke Kantor Dispol PP komplek perkantoran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasuruan, Raci.

Di kantor, 12 perempuan ini didata identitas diri.

Mayoritas mereka berasal dari luar Pasuruan, seperti Probolinggo, Malang, Surabaya, Lumajang, Cilacap, dan Bandung.

Paska didata, mereka diperiksa kesehatannya.

Hasil pemeriksaan itu dibawa ke lab.

Ternyata, dari 12 perempuan yang diduga sebagai PSK ini, empat di antaranya positif menderita virus HIV AIDS.

Kasatpol PP Kabupaten Pasuruan, Yudha Tri Widya Sasongko mengatakan, razia ini merupakan bentuk dan upaya dalam membersihkan prostitusi di kawasan Pasuruan.

Apalagi, beberapa hari lagi sudah memasuki bulan suci ramadhan. "Kami razia semuanya. Ini bentuk nyata kerja kami dalam mengamankan Pasuruan untuk bebas dari tempat prostitusi," katanya.

Dia menjelaskan, saat ini semua perempuan itu dibawa ke Dinas Sosial untuk pembinaan lebih lanjut.

Menurutnya, dalam razia ini, pihaknya tidak melakukan seperti biasanya. "Biasanya kami razia hari Kamis, dan Jumat kan ada jadwal sidang tipiring. Nah, kali ini kami razia hari selasa, jadi jadwal sidang tipiring masih lama," paparnya.

Oleh karena itu, kata dia, pihaknya akan koordinasi dengan Dinsos Kabupaten Pasuruan untuk tindakk lanjutnya.

Kemungkinan besar para perempuan ini akan dikirimkan ke Kediri atau ke tempat pembinaan miliki Dinas Sosial Pemprov Jawa Timur.

"Kami akan koordinasi dengan Dinas Sosial Pemprov Jatim. Kalau bisa yang berasal dari luar Jawa Timur dipulangkan ke daerahnya," tutupnya.

Sumber : tribunnews.com
Sponsored Ad
J4ngan Lupa B4ca T!ps Ber!kut ini: