B-Jek, Ojek Online Berbasis Aplikasi Pertama di Blitar. Drivernya Ramah, Wangi, dan Cepet

Sponsored Ad

Sponsored Ad
BLITAR -  Layanan transportasi umum berbasis aplikasi tidak hanya tumbuh di kota-kota besar. Di Kota Blitar, kini juga muncul transportasi berbasis aplikasi bernama B-Jek yang baru dilaunching pada 22 Mei 2017.

B-Jek kependekan dari Blitar Ojek. B-Jek bisa dibilang satu-satunya transportasi berbasis aplikasi yang ada di Blitar.

Pendirinya adalah anak muda bernama Radityo Nugrahanto yang usianya belum genap 21 tahun. Pemuda yang tinggal di Perum BTN Gedog, Kota Blitar itu mulai merintis ojek online sejak 1 November 2016.

“Awal-awal berdiri belum pakai aplikasi, hanya lewat WhatsApp dan telepon. Promosinya lewat sosial media Facebook dan call centre-nya satu saya pegang,” kata putra pertama dari dua bersaudara itu ditemui di rumahnya, Jumat (26/5/2017).

Lulusan SMKN 1 Kota Blitar itu baru kepikiran mendirikan ojek online saat mengalami kesulitan mencari angkutan umum di Kota Blitar. Jumlah angkutan umum di Blitar memang sedikit dibandingkan kota lain seperti Malang maupun Kediri. Warga yang mau bepergian ke kota dengan naik angkutan harus menunggu lama. Naik ojek pangkalan juga repot harus pandai tawar menawar.

Dari situ, Radit, pangilannya, muncul ide untuk membuat ojek online seperti yang sudah ramai di kota-kota besar. Apalagi, sekarang zamannya sudah online.

Ia menganggap masyarakat Blitar juga sudah melek teknologi. Dengan pertimbangan itu, ia mulai mengawali membuat ojek online dengan cara promosi di Facebook. Cara ordernya melalui telepon atau pesan WhatsApp. Drivernya hanya dua orang, dia sendiri dan satu lagi temannya.

“Kebetulan saat itu saya baru keluar dari tempat kerja di Malang. Saya balik Blitar masih menganggur. Akhirnya buat kesibukan membuat ojek online. Tujuan awal untuk memudahkan transportasi masyarakat, ternyata respon masyarakat bagus,” ujar pemuda yang sekarang menjadi tenaga kontrak di bagian operasional Angkasa Pura Juanda itu.

Radit kemudian merekrut dua driver lagi. Tiap driver masing-masing bisa mendapatkan order lima sampai enam kali dalam sehari. Order paling ramai yakni warga yang ingin pesan makanan diantar ke rumah.

Sistem honor untuk driver dengan cara bagi hasil. Rinciannya, 70 persen untuk driver yang 30 persen untuk pemilik.

Pada awal Mei ini, Radit mendapat tawaran kerja sama dari perusahaan aplikasi Nizu. Nizu juga layanan transportasi berbasis aplikasi yang beroperasi di Kediri. Perusahaan itu baru sekitar satu bulan beroperasi di Kediri.

Radit menerima tawaran itu. Sekarang B-Jek sudah menjadi transportasi umum berbasis aplikasi di Blitar.

“Sebenarnya saya mau buat aplikasi sendiri. Tapi biayanya mahal sekitar Rp 20 juta sampai Rp 25 juta. Saya masih nabung uang. Tiba-tiba ada tawaran dari Nizu, ya sudah saya terima. Bagi hasilnya tetap 70 persen untuk driver, 20 persen saya, dan yang 10 persen masuk ke Nizu,” katanya.

Dengan memakai aplikasi, kini sistem kerja B-Jek lebih praktis dan cepat seperti Go-Jek, Grab, maupun Uber. Masyarakat tinggal pesan layanan transportasi lewat aplikasi. Driver akan datang menghampiri pemesan. Pemesan juga bisa langsung melihat estimasi biaya berpergian.

“Aplikasi kami bisa menjangkau radius 20 kilometer dari titik lokasi driver. Sekarang drivernya juga tambah. Selain sepeda motor kami juga ada mobil. Sepeda motornya ada enam unit dan mobilnya baru ada dua unit,” ujarnya.

Tarif B-Jek juga relatif murah. Untuk sepeda motor, tarifnya Rp 5.000 untuk lima kilometer pertama. Selanjutnya penumpang akan dikenai tarif Rp 1.500 per kilometernya. Sedangkan tarif untuk mobil, dipatok Rp 7.000 untuk nol kilometer sampai tiga kilometer. Berikutnya penumpang akan dikenai tariff Rp 3.000 per kilometernya.

“Khusus untuk mobil ada tarif buka pintu Rp 5.000,”katanya.

Untuk pemesanan makanan tarifnya Rp 5.000 untuk lima kilometer pertama mulai dari tempat pesan makanan. Selanjutnya, pemesan akan dikenai tarif Rp 1.000 per kilometernya.

“Sekarang kami juga sedang merekrut driver. Selain itu kami juga sedang menyiapkan jaket dan helm untuk driver,” kata pemuda yang tiga hari sekali bolak-balik Blitar-Surabaya itu.

Respon Masyarakat Bagus

Respon masyarakat Blitar terhadap B-Jek memang lumayan bagus. Hal itu terlihat dari fanpage Facebook milik B-Jek. Fanpage Facebook B-Jek diikuti 1.315 orang. Di fanpage itu juga terdapat beberapa postingan testimoni pengguna B-Jek.

Seperti testimoni yang diposting akun facebook milik Fata Mifdat. Fata mengucapkan terima kasih ke B-Jek setelah menggunakan layanan transportasi tersebut. Di fanpage facebook B-Jek, ia menulis komentar : “Thanks hari ini udah ngasih solusi beli pakan kucing darurat di cuaca hujan. B-Jek keren.”

Respon positif juga ditunjukkan pada komentar yang ditulis akun facebook Atina Balqis. Atina memberikan respon di fanpage facebook B-Jek seperti ini : “Keren deh, recommended bgt (banget). Drivernya ramah, wangi, cepet, dan tetap jaga keselamatan.”

Hal sama ditulis akun facebook Inoel Noya di fanpage B-Jek. Inoel menulis : “Hmmm, kayaknya bisa untuk emergency ya, aman untuk para wanita.”

Sumber : tribunnews.com
Sponsored Ad
J4ngan Lupa B4ca T!ps Ber!kut ini: