Babat Kayu Sono, Saimun Warga Ngrayun Ditangkap Polisi

Sponsored Ad

Sponsored Ad
NGRAYUN – Aksi penebangan hutan secara liar di Ponorogo terus terjadi. Berdalih terdesak kebutuhan ekonomi, warga menebangi pohon di kawasan Perhutani. Mereka tidak memikirkan risiko hukum yang harus ditanggung.

‘’Tersangka kasus ini bisa dijerat UU 18/2013 tentang Pencegahan Perusakan Hutan dengan ancaman hukuman maksimal lima tahun penjara,’’ kata Kapolsek Ngrayun AKP Sutriatno, Rabu (17/5).

Belum lama ini anggota Unit Reskrim Polsek Ngrayun mengungkap kasus illegal logging. Tersangkanya Saimun,52, warga Dusun Sobo, Selur, Ngrayun. Pengungkapan kasus tersebut berawal ketika pihaknya menerima laporan dari Perhutani Sabtu (6/5) lalu.

Dalam laporan itu disebutkan dugaan penebangan hutan secara liar di wilayah Perhutani tepatnya di petak 103C RPH Mrayan masuk Dusun Gandusari, Gedangan, Ngrayun.

‘’Mereka melapor ada sejumlah pohon Sono yang diduga ditebang warga tanpa izin,’’ ungkapnya.

Mendapat laporan tersebut, petugas Unit Reskrim Polsek Ngrayun bersama anggota polisi hutan (polhut) mengecek ke lokasi. Mereka menemukan tunggak kayu sono. Penyelidikan oleh polisi dikembangkan hingga ke wilayah permukiman dekat hutan.

‘’Hasil pengembangan penyelidikan kami memperoleh informasi tentang jual beli kayu sono berikut penjualnya,’’ terangnya.

Informasi yang diterima polisi, Saimun menjual kayu sono kepada Toimin. Senin (8/5) lalu polisi bersama polhut menemukan barang bukti tujuh batang kayu sono keling yang diduga dari kawasan petak 103C.

‘’Langsung kami amankan di Mapolsek Ngrayun,’’ tambahnya.

Setelah itu, pihaknya langsung memburu Saimun. Sabtu (13/5) lalu Unit Reskrim Polsek Ngrayun berhasil menangkapnya. Dari hasil pemeriksaan, tersangka mengakui telah menebang kayu hutan tanpa izin pihak berwenang dan menjualnya.

‘’Saat ini tersangka kami titipkan di Mapolres Ponorogo,’’ ungkapnya. (tif/sat)

Sumber : jawapos.com
Sponsored Ad
J4ngan Lupa B4ca T!ps Ber!kut ini: