Barang Dagangan Senilai Rp 500 Juta Habis Terbakar, Pedagang ini Hanya Bisa Pasrah

Sponsored Ad

Sponsored Ad
PONOROGO - Kerugian akibat kebakaran di Pasar Legi Songgolangit pada Minggu (14/5/2017) belum bisa ditaksir. Sejumlah pedagang yang barang dagangannya ludes terbakar hanya bisa pasrah, melihat barang dagangan mereka menjadi abu.

Nurhadi (55) misalnya. Penjual bahan kebutuhan sehari-hari di lantai satu pasar Songgolangit ini mengaku pasrah.

"Pasrah mawon (saja), mau bagaimana lagi," kata Nurhadi, saat ditemui di lokasi kejadian, Senin (15/5/2017) pagi.

Nurhadi bersama sejumlah pedagang lainya tampak terpaku melihat sejumlah petugas pemadam kebakaran melakukan pembasahan, pagi itu.

Akibat kebakaran itu, Nurhadi atau yang akrab disapa Pak Nur ini mengaku mengalami kerugian sekitar Rp 500 juta atau setengah miliar rupiah.

"Ya kira-kira sekitar Rp 500 juta. Kemarin habis kulakan rokok banyak, habis terbakar semuanya," katanya lirih.

Malam pas saat terjadi kebakaran, Nurhadi mengaku sempat berusaha mengambil barang dagangannya, namun dilarang petugas pemadam kebakaran.

"Tadi malam saya berusaha mengeluarkan barang saya, tapi dilarang karena api sudah membesar," kata pria yang memilki empat bedak atau los di lantai satu ini.

Peristiwa serupa pernah dia alami sebelumnya. Barang dagangannya pernah ludes terbakar pada saat kebakaran di Pasar Legi Songgolangit, tahun pada 2002.

"Dulu tahun 2002 juga pernah habis terbakar. Tapi kerugian waktu itu cuma sedikit, ratusan juta," katanya.

Pasar Songgolangit sempat mengalami kebakaran serupa pada 2002. Pasar terbesar di Ponorogo ini kemudian direhabilitasi total pada 2005, sehingga menjadi dua lantai.

Nurhadi yang sudah dua kali mengalami musibah kebakaran, menyayangkan hydrant yang berada di dekat pasar tidak dapat digunakan. Setidaknya bila hydrant atau pipa air untuk pemadam kebakaran berfungsi, dapat meminimalisir dampak kebakaran.

"Paling tidak kalau hydrantnya nyala, api bisa diredam," katanya sambil menunjukan pipa hydrant berwarna merah.

Dia berharap, nantinya gedung pasar yang baru dilengkapi dengan sistem pemadam kebakaran. Sehingga, bila terjadi kebakaran dapat segera diantisipasi.

Senada juga dengan Taufik (50) pedagang pasar yang berjualan barang kebutuhan sehari-hari.

"Ya sudah, mau bagaimana lagi," kata warga Jalan Ahmad Dahlan, Ponroogo ini.

Dari total jumlah lapak sebanyak 1103, sebanyak 575 lapak di Pasar Songgolangit ludes terbakar pada Minggu (14/5/2017) sekitar pukul 20.15 WIB.

Kepala Pasar Songgolangit, Sigit Priyono, mengatakan, lapak yang terbakar berada di lantai satu dan dua di bagian selatan.

"Yang terbakar lantai satu dan dua bagian selatan. Lantai satu yang terbakar 241 lapak, kemudian lantai dua 334 lapak. Lantai atas dan bawah bagian utara aman," kata Sigit saat ditemui di lokasi.

Ia mengatakan, lapak yang berada di gedung bagian selatan dipakai untuk berjualan pakaian, peracangan, daging dan ikan.

Dia mengatakan, pasar yang dibangun pada 2005 pascakebakaran tahun 2002 itu belum dilengkapi dengan sistem pemadam kebakaran. (Surya/Rahadian Bagus)
Sponsored Ad
J4ngan Lupa B4ca T!ps Ber!kut ini: