Berdalih Terapi, Kepala SDN Lowokwaru 3 Kota Malang Setrum 4 Muridnya

Sponsored Ad

Sponsored Ad
MALANG - Perbuatan tidak terpuji diduga dilakukan oleh oknum Kepala Sekolah SD Lowokwaru 3 Kota Malang berinisial TY.

Kepala sekolah tersebut tega menyetrum empat anak didiknya tanpa alasan yang jelas seusai menunaikan Salat Dhuha.
ALAT SETRUM: Barang bukti alat menyetrum 4 siswa usai salat Dhuha

Wali murid salah satu korban yang disetrum, AT mengatakan saat itu anaknya bersama teman-temannya baru selesai menunaikan Salat Dhuha.

Setelah salat selesai siswa-siswa segera diminta untuk kembali ke kelas namun kepala sekolah minta siswa yang menjadi korban ini tetap tinggal.

"Anak saya dan temannya disuruh memejamkan mata lalu tiba-tiba disetrum. Tanpa alasan, sampai ada yang kaget dan terjingkat, bahkan sampai mimisan," tandasnya saat dikonfirmasi MalangTIMES lewat telepon sellulernya, Senin (1/5/2017).

AT sendiri mengetahui peristiwa tersebut dari laporan teman-teman sekolah anaknya yang mengadu kepadanya saat ia menjemput anaknya di sekolah.

"Awalnya saya tidak tahu kalau anak saya mengalami hal itu. Saya tahunya ya pas jemput, ada anak menghampiri saya dan bilang gitu, kalau RA baru disetrum oleh kepala sekolah," kata AT orang tua korban RA.

Setelah itu, AT segera mengintrogasi anaknya terkait kejadian penyetruman itu. Setelah mengetahui kebenarannya, esoknya AT langsung menemui TY di sekolah.

"Kejadian itu disampaikan tanggal 26 April, sehari pasca kejadian. Kemudian anaknya saya tanya, tapi belum mau ngaku, karena katanya diancam mau ditempeleng (ditampar, red).  Tapi akhirnya mau mengaku.  Setelah itu besoknya saya temui kepala sekolahnya," ungkapnya, Senin (1/5/2017).

Setelah bertemu dengan TY, yang bersangkutan akhirnya membuat surat pernyataan tertulis yang menegaskan bahwa ia tidak akan mengulangi perbuatan itu lagi.

Dalam surat tersebut, ia beralasan perbuatan yang ia lakukan kepada para siswa itu semata-mata hanya untuk terapi listrik, meskipun tindakan itu dilakukan tanpa menjelaskan tujuan sebenarnya apalagi mengirim surat pemberitahuan kepada orang tua.

"Setelah saya temui, ia langsung membuat surat pernyataan. Kondisi anak saya lumayan parah. Telinganya mengeluarkan darah sampai mengental dan mimisan,"ungkapnya.
Surat Pernyataan Kepala Sekolah SDN Lowokwaru 3 Kota Malang (Foto : Istimewa)

Selain menimpa RA, kejadian itu diketahui juga dialami MK, MZ dan MA yang juga duduk dibangku kelas 6.

Atas kejadian ini, belum ada konfirmasi dari pihak sekolah karena hari ini masih libur peringatan Hari Buruh Nasional.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang Zubaidah saat dihubungi MalangTIMES belum menjawab terkait hal ini dan beralasan masih sibuk.

Sumber : malangtimes.com
Sponsored Ad
J4ngan Lupa B4ca T!ps Ber!kut ini: