Blantik Sapi Magetan ini Gelapkan Puluhan Sapi Warga, Begini Modusnya

Sponsored Ad

Sponsored Ad
MAGETAN - Puluhan warga Desa Pupus, Kecamatan Lembeyan, Kabupaten Magetan didampingi perangkat desa melapor ke Polres Magetan karena menjadi korban penipuan dan penggelapan blantik (pedagang hewan) yang juga warga desa setempat, dengan nilai kerugian bervariasi antara Rp15 juta - Rp 25 juta.

"Korban dari satu dusun ada 20 orang, belum dusun lain. Kalau sapi yang dibawa lebih dari jumlah korbannya, karena ada satu orang sapinya dua ekor," kata Edy Suwanto, Kepala Urusan Pemerintahan (Kamituwo) Desa Pupus, Kecamatan Lembeyan, Kabupaten Magetan kepada Surya, Minggu (30/4-2017).

Kasus ini, lanjut Edy Suwanto, sudah lebih dari dua bulan dan dead line Senin (24/4/2017) kemarin. Tapi ditunggu tunggu, Iswahyudi blantik itu tidak kunjung datang membayar.

Malah ketika dicari di rumahnya, Iswahyudi dan Laminem istrinya sudah tidak ada dirumah hanya tinggal mertuanya sebatang kara dan sudah tua renta.

"Mertuanya tidak tahu pergi kemana, kalau pun dipamiti, juga lupa, soalnya sudah pikun. Ini yang melapor dari warga satu dusun dengan blantik itu," kata Edy Suwanto.

Dikatakan Edy Suwanto, awalnya sistem pembelian sapi milik warga Desa Pupus yang dilakukan Iswahyudi selalu tepat waktu. Tapi sejak sebulan lalu, janji pembayaran kepada pemilik sapi mulai mundur.

"Sapi milik Pak Sutrisno diluar hanya ditawar Rp 26 juta, tapi Iswahyudi berani beli Rp 28 juta. Tapi sistemnya, diberi uang muka Rp 2 juta dan pelunasannya tempo setelah dikirim ke Jakarta," ujar Edy Suwanto.

Diungkapkan Kamituwo Edy Suwanto, warga tertarik dengan sistem pembelian yang dilakukan blantik Iswahyudi karena harga lebih tinggi dari pasaran, terpaut antara Rp 1 juta - Rp 2 juta. Perbedaannya tidak begitu jauh dan masuk akal.

"Buat warga petani, uang Rp 1 juta - Rp 2 juta sangatlah banyak. Ini membuat warga tertarik dan pilih diberikan ke Iswahyudi blantik. Memang pinter blantik ini, dia membuat harga lebih tinggi tetap masih batas wajar, sehingga warga tidak curiga," kata Mbah Wo Edy, seraya mengatakan karena jatuh tempo sudah lewat, Iswahyudi tidak ada, akhirnya warga memutuskan untuk melapor ke Polisi.

Rombongan warga Desa Pupus, Kecamatan Lembeyan, Kabupaten Magetan yang diantar perangkat desa setempat melapor ke Polres itu diterima di Unit II Reskrim Polres Magetan.

Kasat Reskrim Polres Magetan AKP Partono yang dikonfirmasi belum bisa memberikan keterangan, karena pemeriksaan pelapor belum seluruhnya selesai.

"Ini masih pemeriksaan pelapor. Jadi terlapor belum bisa kami panggil. Tapi infonya, terlapor sudah kabur, ini pekerjaan tambahan juga," kata AKP Partono singkat.(Surya/ Doni Prasetyo)
Sponsored Ad
J4ngan Lupa B4ca T!ps Ber!kut ini: