Bus Pariwisata DILARANG Lewat Jalur Lama Jalan raya Sarangan

Sponsored Ad

Sponsored Ad
MAGETAN – Jalur lama Jalan Raya Sarangan, masuk Kelurahan Sarangan, Poncol, bakal menjadi jalur terlarang bagi bus pariwisata dan kendaraan besar lainnya. Banyaknya kecelakaan yang terjadi di jalur tersebut jadi pemicunya.
Kendaraan besar dan bus pariwisata yang hendak menuju ke Telaga Sarangan dilarang lewat jalur lama Jalan Raya Sarangan. Andi Chorniawan/Radar Magetan

Ini menyusul terjadinya kecelakaan lalu lintas (laka lantas) antara minibus Isuzu Elf AG 7054 S dan Daihatsu Ayla AD 8770 YD, Minggu malam (30/4). Pun, larangan itu juga berkaca dari tabrakan hebat yang menimpa bus pariwisata Kitrans di kawasan Puncak, Bogor, Jawa Barat.

‘’Kami berusaha menekan angka laka lantas di jalur wisata (Sarangan),’’ ujar Kasatlantas Polres Magetan AKP Deddy Eka Aprianto, Selasa (2/5).

Deddy menyatakan, keputusan itu berdasar hasil rekayasa lalu lintas yang dilakukan. Jalur lama dinilai terlalu berbahaya untuk dilalui kendaraan besar. Pasalnya, kemiringan jalurnya mencapai 45 derajat. Belum lagi, sejumlah titik berkarakter berkelak-kelok.

Pihaknya bakal berkoordinasi dengan dinas perhubungan (dishub) dan dinas pariwisata dan kebudayaan (disparbud) agar segera ada sosialisasi serta pemasangan rambu larangan.

‘’Harapannya jelas agar jangan sampai ada kejadian laka lantas di jalur itu,’’ ujarnya kepada Jawa Pos Radar Magetan.

Dia menjelaskan, tidak menutup kemungkinan ada penjagaan petugas di setiap titik masuk jalur lama. Hanya, pengawasan tersebut tentu ada keterbatasan. Sebab, pihaknya juga harus melakukan pengawasan di jalur rawan laka lantas Jalan Raya Sarangan lainnya.

Di sisi lain, pemasangan banner peringatan polisi dinilai kurang efektif lantaran tidak bisa bertahan lama karena bahannya terbuat dari kain atau plastik.

‘’Berbeda kalau dengan dipasang rambu yang bisa awet dalam jangka waktu lama,’’ tegasnya.

Kabid Angkutan dan Keselamatan Transportasi Dishub Sungkono mengamini pelarangan bus pariwisata melintas di jalur lama Sarangan. Dirinya sepakat jika jalur tersebut berbahaya dilalui kendaraan besar.

‘’Kan sekarang sudah ada jalur baru yang lebih aman. Jadi, tidak ada alasan bus pariwisata bisa lewat jalur lama,’’ katanya.

Dia menyebut, rambu peringatan sudah disiapkan pemerintah provinsi. Pihaknya tinggal mengambil dan memasang di pintu masuk jalur lama, baik atas maupun bawah.

‘’Tidak hanya peringatan itu (larangan bus pariwisata, Red), tapi juga jalan menikung dan tanjakan tajam. Nanti akan kami pasang di titik rawan sampai Cemoro Sewu,’’ paparnya.

Sungkono menjelaskan, bus pariwisata yang hendak menuju ke kawasan wisata Telaga Sarangan dari arah Magetan harus melewati jalur baru. Ketika melintas di Dusun Ngerong, Desa Dadi, belok ke kanan. Kemudian, masuk dari pertigaan patung stroberi raksasa atau pasar hortikultura.

‘’Begitu pula bus pariwisata dari arah Karanganyar (Jawa Tengah), lewatnya ya jalur yang sudah disediakan (pasar hortikultura, Red),’’  tegasnya.

Disinggung penerapan contraflow jalur lama, Sungkono menyebut rekayasa lalu lintas tidak sampai mengarah ke sistem tersebut. Pertimbangannya, jalur itu sejatinya tidak terlalu ramai kendaraan.

Kebanyakan pengguna jalan hanya warga sekitar. Pun sudah banyak pengendara yang memilih melintas di jalur baru.

‘’Kami tidak melakukan pembatasan fungsi jalan di jalur lama. Pemberlakuan hanya untuk kendaraan besar,’’ jelasnya. (cor/isd/jprm)
Sponsored Ad
J4ngan Lupa B4ca T!ps Ber!kut ini: