Jadi Kampung Wisata, Tukang Becak di Dolly Dilatih Bahasa Inggris

Sponsored Ad

Sponsored Ad
Surabaya - Belasan tukang becak, pelaku UMKM serta pemilik lahan parkir di Kecamatan Sawahan diharapkan bisa berbahasa Inggris. Ini dilakukan sebagai upaya menjadikan kawasan eks lokalisasi dolly dan Jarak sebagai kawasan wisata.

Mereka pun diberikan pelatihan berbahasa Inggris dan pelatihan media sosial.

Sekertaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Surabaya Achmad Agung Nurawan mengatakan dengan adanya pelatihan pramuwisata untuk warga di kawasan eks lokalisasi sadar akan wisata untuk menuju Dolly Saiki menjadi kampung wisata.

"Kita diharapkan nanti semua yang ada di eks lokalisasi dolly dan Jarak seperti UKMK, tukang becak, tukang parkir semuanya wawasan berubah menjadi kampung wisata," katanya di sela-sela pelatihan pramuwisata di Kelurahan Putat Jaya, Kamis (18/5/2017).

Menurutnya, pelatihan berbahasa Inggris bertujuan agar warga sebagai tuan rumah bisa menjaga keamanannya dan kenyamanan serta aspek lainnya harus diperhatikan agar para wisatawan yang datang menjadi senang.

Kedepan, pelatihan ini untuk mendorong semua aspek yang berada di kawasan ini makin sadar akan wisata. "Nanti kita akan mengecek semua titik-titik yang ada di Dolly Saiki untuk kita kembangkan potensinya," ungkapnya.

Khusus untuk pelatihan bahasa Inggris, Agung mengatakan tujuannya agar pelaku wisata khususnya tukang becak, pelaku UMKM minimal bisa paham dan mengerti apa yang diinginkan wisatawan mancanegara.

"Mininal msreka bisa mengerti berapa harganya dan mau kemana, nantinya mereka sekaligus bisa menjadi guide untuk para tamu, selain karang taruna yang akan kita berikan pelatihan untuk menjadi guide di Dolly Saiki," ujar Agung.

Camat Sawahan M Yunus menambahkan, pelatihan pramuwisata untuk pelaku wisata di Dolly Saiki sudah digelar dua kali gelar, bertepatan dengan Event Dolly Saiki Fest 2017 dan telah diresmikannya outlate Dolly Saiki Point di Putat Jaya Lebar B semua yang terlibat harus bersama mendukung untuk Dolly menjadi kampung wisata.

"Saya ingin nantinya setelah UMKM sudah miliki DS Point, kini paguyuban becak kita dorong menjadi becak wisata untuk mengantarkan para wisata ke spot-spot wisata yang ada di Dolly Saiki," ujarnya.

Yunus juga menghimbau kepada paguyuban becak wisata agar bisa menservis para tamu dengan baik, salah satunya dengan penyamarataan tarif ke rute kampung wisata Dolly Saiki.

"Saya minta tolong kalo ada tamu tarifnya jangan mahal, karena nanti pengunjung akan kapok untuk datang kesini lagi, kita nantinya ingin menjadikan Dolly Saiki menjadi pariwisata berbasis UMKM," pungkasnya.
Sponsored Ad
J4ngan Lupa B4ca T!ps Ber!kut ini: