Jembatan Ambles Warga Dua Dukuhan di Magetan Terisolir, Begini Susahnya

Sponsored Ad

Sponsored Ad
MAGETAN - Sepanjang musim penghujan ini, wilayah Kabupaten Magetan di warnai bencana tanah longsor, banjir bandang dan amblesnya sejumlah jembatan penghubung antar desa, dan pedukuhan, seperti jembatan yang menghubungkan Dukuh Panjang dan Jenggrik, Desa Banjarpanjang, Kecamatan Ngariboyo, Kabupaten Magetan, Jawa Timur.
Siswa siswi SDN Banjarpanjang I, Kecamatan Ngariboyo, Kabupaten Magetan ini nekad melewati jembatan yang membentang sepanjang kurang lebih 100 meter, meski badan jalan bergoyang - goyang.

Akibat jebatan ambles itu, warga didua dukuh itu harus mencari jalan alternatif dengan memutar sepanjang kurang lebih 5 kiloneter. Namun, bagi siswa siswi SDN Banjarpanjang I setempat, banyak nekad melintas diatas jembatan, yang pondasi penyangga badan jembatannya sudah tidak menyentuh tanah itu.

"Kita ngeri juga kalau lewat diatas jembatan itu. Goyang goyangnya terasa sekali. Saya tidak tahu, anak anak SD tetep nekad melintas diatas jembatan itu," ujar Lanjar, warga Dukuh Jenggrik, Desa Banjarpanjang, Kecamatan Ngariboyo, Kabupaten Magetan kepada TribunJatim.com, Selasa (2/5/2017).

Dikatakan Lanjar, goyangnya jembatan itu karena sejak tiga hari lalu pondasi penyangga badan jembatan sudah tidak menginjak tanah, atau gandul akibat diterjang air bah di sungai itu.  Karena itu, jembatan penghubung antar dukuh itu ditutup tanpa kecuali.

"Sebenarnya Jembatan ini tertutup tanpa kecuali, tapi masih saja ada orangtua dan anak anak yang nekad lewat jembatan itu, meski bergoyang goyang. Mungkin dari pada harus muter jauh dan jalannya becek," ujar Lanjar.

Menurut Lanjar, jalan alternatif satu satunya yang bisa dilalui, selain kondisi jalan jelek, becek juga harus melewati kawasan makam desa yang relatif luas dan semak belukar.

"Kalau tidak mau lewat jalan alternatif atau jembatan amblas, menyeberang sungai. Tapi alternatif terakhir, bahaya karena dikhawatirkan mendadak datang air bah," kata Lanjar seraya meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan bisa segera memperbaiki jembatan satu satunya penghubung dua dukuhan itu. Agar masyarakat tidak nekad menerjang bahaya hanya untuk ke kota dan sekolah.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Cipta Karya Pemkab Magetan Hergunadi mengaku sudah mengajukan anggaran perbaikkan jembatan itu, agar segera bisa melakukan perbaikan.

"Kita hanya bisa memperbaiki, memperkuat pondasi dan badan jembatan. Kalau untuk membangun baru, anggarannya belum ada dan harus menunggu lama. Jembatan itu masih bagus, tinggal kita memperkuat pondasi dan taludnya saja," ujar Hergunadi.

Anggaran perbaikkannya, lanjut Hergunadi, diambil dari anggaran pasca bencana yang saat ini sudah tersedia, tinggal pelaksanaan perbaikan jembatan Banjarpanjang itu dalam beberapa pekan ini.

"Estimasi perbaikkan jembatan itu sekitar Rp 600 juta. Anggaran sebesar itu kita belum tahu kerusakan yang sebenarnya. Taku kita hanya pondasi penyangga jembatan amblas dan perbaikan talud,"pungkas Hergunadi.(Surya/Doni Prasetyo)
Sponsored Ad
J4ngan Lupa B4ca T!ps Ber!kut ini: